Senin, 19 Maret 2012

Hanafing Bakal Coret 4 Pemain

JOGJA—Perubahan cukup signifikan bakal dilakukan kubu PSIM jelang kick off putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2013, Sabtu (31/3) mendatang.

Langkah ini dilakukan untuk mengamankan posisi capolista yang telah didapatkan putaran pertama, sekaligus meraih target promosi ke kasta tertinggi di akhir kompetisi.

Pelatih PSIM Hanafing mengatakan selain akan melakukan perampingan skuat, pihaknya juga akan membongkar komposisi pemain.

Pelatih berlisensi A AFC itu menilai 29 pemain yang saat ini ada di bawah mengalami kegemukan dan tidak ideal menghadapi putaran kedua.  Apalagi manajemen PSIM kini sedang mengalami kendala keuangan.

“Di putaran kedua, cukup 25 pemain saja. Hal ini akan membantu masalah keuangan yang dimiliki manajemen,” kata Hanafing, Minggu (18/3).

Mengenai siapa saja yang bakal tereliminasi pada putaran kedua, eks pemain Niac Mitra itu sendiri masih enggan membeberkan nama-nama pemain yang dimaksud.

Eks pelatih PSIS Semarang dan PSM Makassar itu justru mengaku selain mencoret pemain, dirinya juga menginginkan adanya penambahan pemain di dua posisi yang berbeda. “Saya juga ingin agar ada tambahan pemain lokal di posisi striker dan gelandang serang,” sambungnya.

Untuk penambahan striker lokal, kata  eks pelatih PSIS Semarang dan PSM Makassar mendesak dilakukan. Pasalnya, dari stok enam striker lokal yang ada, baru  Reinhard yang mampu menunjukkan tajinya.

Eks pemain Pra PON Papua Barat ini telah mencetak dua gol dari 17 gol yang dikoleksi Laskar Mataram pada putaran pertama.

Adapun pencetak gol terbanyak saat ini masih dipegang Emile Linkers dengan tujuh gol. Sementara, Wisnu Raharjo, Lakman Salan, M Rifky, Johan Arga dan Wawan Sucahyo yang diplot sebagai striker lokal hingga 10 laga yang dijalani PSIM, belum juga mampu mencetak gol.

“Kalau bisa striker lokal yang telah jadi. Karena dari stok yang ada, hanya Reinhard yang sudah mulai menunjukkan grafik peningkatan,” paparnya.

Sementara untuk posisi gelandang serang, PSIM membutuhkan penambahan pemain untuk melapisi Nova Zaenal dan Seto Nurdiantara.

Hanafing melihat kedua pemain gaek itu tidak sepenuhnya prima, sehingga dibutuhkan seorang gelandang serang yang berusia muda dan bisa dijadikan pemain pelapis bagi keduanya. “Kalau bisa yang lebih muda, agar bisa melapisi keduanya,” tandasnya.

Dibandingkan dengan kebutuhan di posisi striker lokal, eks penggawa Timnas itu mengakui, penambahan pemain di posisi gelandang serang sebenarnya tidak terlalu mendesak.

Penambahan pemain di posisi Seto Nurdiantara dan Nova Zaenal dilakukan jika eksperimen memaksimalkan gelandang yang ada sebagai alternatif mengalami kegagalan. Saat ini stok gelandang di PSIM sendiri melimpah. Transisi dan reposisi pemain bisa jadi alternatif yang bisa digunakan Hanafing untuk mengatasi kebutuhan gelandang serang, jika nantinya Nova Zaenal maupun Seto Nurdiantara absen membela PSIM.

“Sebenarnya saya bisa maksimalkan Lorenzo Rimkus di tengah, dan nanti diposisi yang ditinggalkannya bisa diisi Lutfi ataupun FX Harminanto yang bisa main di kiri maupun di kanan. Tapi kan butuh waktu untuk melatih posisi baru tersebut, dan saat ini, kami tidak memiliki waktu yang panjang. Apalagi kick off putaran kedua dimulai Sabtu (31/3),” pungkas Hanafing.

Sumber : Lihat Disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar