Kamis, 19 Juli 2012

Nova Zaenal Belum Dinaungi Dewi Fortuna

JOGJA - Kesempatan terakhir meraih impian bisa berlaga di kompetisi paling bergengsi, di tanah air benar-benar dimaksimalkan oleh Nova Zaenal cs meski tanpa bantuan satupun pemain asing yang membela tim pujaan Brajamusti dan The Maident.

Skuad PSIM, dari menit awal terus berusaha untuk membobol gawang Gresik United yang dijaga oleh Heri Prasetyo tapi terus gagal karena memang kalah kualitas dibandingkan lawannya pemeringkat ke-15 Liga Super Indonesia yang memasang empat pemain impornya sekaligus demi mempertahankan tempat di kompetisi level teratas, tersebut.

Dalam kondisi tertinggal, Laskar Mataram tidak lalu menyerah dan berdiam diri menunggu sang lawan yang labih kuat kembali mengobrak-abrik pertahanan serta kembali melesakkan gol ke gawang Agung Prasetya.

Usaha Topas Pamungkas, yang masih dapat digagalkan oleh penjaga gawang Gresik United, Heri Prasetyo, pada menit ke-30 kemudian disusul tendangan Johan Arga yang masih melambung ke atas mistar gawang dan sepakan M Rifky, juga masih membentur mistar gawang tim asuhan Joko Susilo.

Pada paroh kedua, anak-anak Mataram terus berusaha memperkecil ketertinggalan melalui percobaan Topas Pamungkas yang melakukan tendangan jarak jauh tapi masih dapat diblok oleh penjaga gawang Gresik United dan kemudian sundulan M Rifky masih dapat diselamatkan oleh Anang Ma’ruf, yang berdiri tepat di bawah mistar gawang.

Striker PSIM, M Rifky, yang jarang sekali diturunkan oleh Pelatih Hanafing sempat mencetak gol tapi kemudian dianulir wasit karena sudah terperangkap off side sebelum menyarangkan bola ke dalam gawang Heri Prasetyo.

Sampai menit terakhir, meski masih tertinggal dua gol mantan striker Sriwijaya FC, itu, masih melakukan perlawanan dengan aksi-aksinya di depan gawang lawan meski tetap gagal walau hanya tinggal berhadap-hadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Joko Samudra.

Beberapa kali percobaan, yang dilakukan anak-anak asuhan Hanfing masih gagal karena keberuntungan belum hinggap ke klub yang berkandang di Stadion Mandala Krida dan masih kalah kelas dengan lawannya.

Kapten tim, Nova Zaenal, menyatakan timnya banyak mendapatkan peluang sepanjang pertandingan misalnya ada setidaknya empat peluang M Rifky yang seharusnya 99 persen menjadi gol dan satu gol dianulir oleh wasit.

Peluang lainnya, didapat dari Topas Pamungkas melalui tendangan jarak jauhnya tapi juga belum masuk ke gawang Heri Prasetya.

Dewi fortuna, yang belum berpihak kepada tim membuat peluang-peluang yang seharusnya menjadi gol menjadi terbuang percuma dan hanya satu yang benar-benar melalui Lakman Selan.

“Gol-gol yang mereka ciptakan melalui serangan balik, ketika kami terlalu asyik menyerang meski hanya dengan tiga kesempatan tapi dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Nova, Rabu (18/7/2012).

Menurutnya, walau Gresik United memakai empat pemain asing sekaligus kualitasnya sama dengan PSIM yang bermain tanpa pemain asing, hanya Gaston Castano dan Gustavo Chena yang sangat berbahaya karena semua bola menuju kedua pemain asing, tersebut.

Pemain depan, Reinhard Rumakewi, yang ditarik pada babak pertama mengaku pahanya bengkak karena dilanggar keras oleh pemain lawan tetapi tidak diberi peringatan oleh wasit yang memimpin laga. “Parah, di sana tapi mau bagaimana lagi dari hasil pertandingan," ujarnya.

Sumber : Lihat Disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar