Rabu, 07 Desember 2011

Lawan PSIM, PSS hanya kirim 'Tim Porprov'


PURBALINGGA--Pertandingan sarat gengsi antara PSIM Jogja dan PSS Sleman gagal tersaji di gelaran Persibangga Cup 2011 yang digelar di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Selasa (6/12).

Pasalnya, kubu PSS Sleman tidak mengirimkan skuat yang dipersiapkan dalam kompetisi Divisi Utama PSSI musim 2011-2012. Kubu Super Elang Jawa justru mengirimkan pemain yang selama ini membela tim Porprov Kabupaten Sleman. Akhirnya Laskar Mataram memenangkan pertandingan dengan skor 3-1. 

Tiga gol yang dicetak PSIM masing-masing diciptakan Irfan menit ke-20, Ranu Tri Sasongko menit ke-33, dan Nova Zaenal menit ke-71. Adapun gol semata wayang yang dicetak PSS dilesakkan melalui kaki Erik pada menit ke-5.  PSIM sendiri turun dengan kekuatan full team. Sedangkan PSS lebih menurunkan pemain Porprov yang diarsiteki Iksan Mustahid. 

Dalam pertandingan itu, unggul materi pemain, sejak menit pertama duet Ranu Tri Sasongko dengan M Rifky langsung tampil menekan. Barisan pertahanan Erik dan kawan-kawan sempat dibuat kocar-kacir di awal babak pertama.

Sayang keasyikan menyerang justru membuat PSIM ketinggalan terlebih dahulu di menit ke-5 melalui kaki Erik. Gol Erik berawal dari lepasnya penjagaan yang yang dilakukan Joni Sukirta terhadap pemain muda itu, sehingga membuat PSIM ketinggalan 1-0. 

Namun permainan keras yang diperagakan PSS sejak babak awal babak pertama membuat tim berjuluk Laskar Sembada itu harus bermain dengan 10 pemain, usai Ferry diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap M Irfan.  

PSIM sendiri baru bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1, pada menit ke-20,  melalui kaki M Irfan. Pemain berkepala plontos itu mampu meneruskan umpan dari Ranu saat terjadi kemelut di depan gawang. 

Kedudukan sama itu tidak membuat PSIM mengendorkan serangan. Jala PSS kembali robek melalui kaki Ranu Tri Sasongko menit ke-33. Ranu berhasil melesakkan tendangan setelah terjadi kemelut di depan gawang. 

Di babak kedua, Hanafing melakukan beberapa kali pembongkaran pemain untuk mengatasi permainan negative football yang diperagakan PSS.  Eko Budi yang semula diposisikan sebagai wing kanan dikembalikan lagi ke posisi gelandang bertahan. 

Radical Idealis ditarik dan digantikan Seto Nurdiantara, sedangkan Tomi yang dimasukkan menggantikan M Rifki pun hanya bertahan dalam hitungan menit. Mantan pemain Persis Solo itu pun ditarik dan posisinya digantikan Stefan Keltjes.  Strategi itupun akhirnya berhasil dijalankan dengan maksimal, setelah Nova diposisikan sebagai striker dan diduetkan dengan Ranu, mantan pemain Persis Solo itupun akhirnya mengubah kedudukan menjadi 3-1 melalui heading. 

Pelatih PSIM Hanafing mengakui pihaknya sempat kesulitan menambah keunggulan di babak kedua karena PSS melakukan penumpukan pemain di lini belakang. 

"Ini pelajaran bagi kami, jika memang lawan melakukan penumpukan pemain, kami harus banyak melakukan serangan dari wing dan shooting jarak jauh. Ini evaluasi yang bisa saya dapatkan kali ini," kata mantan arsitek PSIS Semarang dan PSM Makassar usai laga. 

Mengenai keberadaan Tomi, Hanafing memastikan bakal memulangkan adik dari Indrianto Nugroho itu. Pasalnya fisik Tomi sangat jauh dari harapan. 

"Tomi tidak, kami suruh pulang saja. Soal penampilan Ranu, anak itu baik, saya rekomendasikan dia. Tadi Anda lihat sendiri dia bagus. Kalau kemungkinan diduetkan dengan pemain asing masih sangat mungkin," sambungnya. 

Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan mengatakan melihat penampilan Abda Ali dan kawna-kawan kemarin dirinya sudah bisa melihat sejauh mana gambaran skuat utama ke depan. 

"Memang sudah ada yang pas untuk skuat utama. Dan saya lihat seperti Eko Kancil memang sudah pas ditempatkan di posisi gelandang bertahan," pungkasnya.

Sumber : Lihat Disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar