Kamis, 26 April 2012

2013, Stadion Mandala Krida Dirombak

JOGJA—Pemprov DIY berencana merombak Stadion Mandala Krida Jogja. Badan Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY dan KONI DIY akan merampungkan detail engineering design (DED) tahun ini.

Penanggung Jawab Olahraga Badan Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY, La Tanggang mengatakan, setelah DED selesai, pembangunan segera dilakukan.”Harapannya, 2013 pembangunan fisik sudah bisa dilakukan,” ujarnya, Kamis (26/4).

Restu Teguh Dewanto, koordinator Pengelola Stadion Mandala Krida mengatakan, dari hasil konsultasi dengan pihak kontraktor maupun KONI, terdapat beberapa titik di stadion berkapasitas 15.000 penonton tersebut yang akan dirombak.

Di area dalam Stadion, perombakan akan dilakukan di beberapa titik seperti tribun penonton, lintasan atletik serta rumput lapangan. Spesifikasi rumput yang akan digunakan hampir sama dengan rumput di Stadion Sultan Agung Bantul dan lapangan sepak bola UNY.

Sumber : Lihat Disini

KRISIS KEUANGAN: PSIM Pasti Berangkat ke Bengkulu

JOGJA—Kecemasan sejumlah pihak terkait kepastian keberangkatan PSIM untuk melakoni laga tandang mereka di Bengkulu, Kamis (3/5) terjawab sudah.

Direktur Utama PSIM Yoyok Setyawan, Rabu (24/4) mengatakan dirinya menjamin PSIM akan tetap melakoni laga tandang tersebut, meski kondisi finansial PSIM masih dalam masa krisis.

Untuk tiket pesawat dan akomodasi penginapan, dirinya berani memastikan hal itu tak ada masalah. Meski begitu, lantaran kondisi krisis finansial yang terjadi di PSIM menyebabkan pembayaran tiket pesawat dan akomodasi penginapan tersebut dilakukan secara mundur.

”Kami punya link untuk keduanya [transportasi dan akomodasi]. Jadi bisa dibayar mundur,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kelanjutan pembayaran tersebut, dirinya tak banyak berkomentar. Menurut dia, hal itu sepenuhnya menjadi urusan manajemen, dan untuk itu, akan coba dilaporkannya kepada Ketua Umum PSIM Haryadi Suyuti. ”Nanti kami akan coba laporkan ke Haryadi [Suyuti],” tegasnya.

Untuk satu pertandingan laga PSIM lainnya, yakni menghadapi Persitara Jakarta Utara, dirinya tak berani banyak berjanji. ”Untuk yang lawan Persitara, kami lihat perkembangannya nanti saja,” ucapnya.

Ia mengimbau para pemain untuk tetap tenang dan bersikap profesional. Menurut dia, pemain tak punya alasan untuk kehilangan semangat bertanding.

Sumber : Lihat Disini

Laga Uji Coba, PSIM Menang 2-1

YOGYA - Waktu sekitar seminggu akan dimanfaatkan Pelatih Hanafing untuk mempersiapkan timnya menghadapi PS Bengkulu dalam laga tandang. Persiapan yang telah diberikan, langsung diujicobakan menghadapi tim Tunas Jogja.

Taktik yang disebut-sebut quick attacking, tidak berhasil dijalankan anak-anak asuhannya pada babak pertama di mana para pemain tidak ada passing-passing ke depan dan pemain tidak muncul setelah melakukan pertahanan. Nova Zaenal Cs, hanya mengandalkan barisan depan saja.

Finishing para pemain penyerang, juga tampak belum berhasil mengobrak-abrik pertahanan lawan yang berada dua tingkat di bawahnya. Kemungkinan, terjadi lantaran tidak hadirnya Linkers dan Rimkus yang masih mengalami cedera.

Masa istirahat yang panjang, satu faktor yang membuat skuad PSIM tidak terasah dalam mengeksekusi peluang-peluang yang ada.

"Makanya kami coba dalam sparing partner agar terus terasah, masa recovery menguntungkan tim untuk kembali ke kondisi puncak," ujar Hanafing, usai ujicoba dengan Tunas Muda, di Stadion Mandala Krida, yang berkesudahan 2-1 untuk Parang Biru, Rabu (25/4).

Sumber : Lihat Disini

Rabu, 25 April 2012

Lapangan Mandala Keras, Pemain PSIM Rentan Cedera

JOGJA—M Romlih, salah satu pemain PSIM cedera saat latihan. Diduga cedera itu terjadi karena kondisi permukaan lapangan Stadion Mandala Krida yang terlampau keras.

Masseur PSIM Harris Setiawan membenarkan M Romlih mengalami radang tumit kanan. ”Kemungkinan itu disebabkan oleh kerasnya permukaan lapangan saat latihan Senin [23/4] sore. Tapi itu masih sebatas dugaan lho,” ucapnya saat ditemui di Wisma PSIM, Selasa (24/4) siang.

Radang tersebut, tambahnya disebabkan oleh gesekan antara tumit dengan permukaan lapangan. Meski memakai sepatu, hal itu nyatanya tidak banyak membantu meminimalisasi terjadinya radang tumit. ”Radang ini memang kerap dialami oleh pemain,” ucapnya.

Meski cedera yang dialami pemain bernomor punggung 20 tersebut tidaklah serius, namun hal itu cukup mengganggu ritme latihan.

Terlihat, ketika latihan fisik kemarin pagi, Romli terpaksa tidak bisa bergabung dengan rekan-rekannya yang lain. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut hanya bisa melihat rekan-rekannya yang lain berlatih fisik. ”Padahal saya sudah mengingatkannya untuk tidak berjalan-jalan dulu,” tukasnya.

Sebaliknya, hal tersebut dibantah oleh Pelatih PSIM Hanafing. Kemarin dirinya mengatakan cedera yang dialami oleh Romli tersebut adalah hal yang wajar.

Sumber : Lihat Disini

Belum Ada Jawaban Status Afri

YOGYA - Direktur PT PSIM, Yoyok Setyawan, memastikan tidak ada satu pemain pun yang telah membela Parang Biru dicoret dari daftar pemain yang ada pada PT Liga Indonesia. Pihaknya, memastikan skuad asuhan Hanafing akan bertambah satu jika Afriyanto disahkan sebagai punggawa PSIM.

Pemain yang sudah terdaftar, pada putaran pertama berjumlah 29 orang tidak dikurangi satu pun sehingga jika penjaga gawang, Afriyanto, disahkan maka mess PSIM akan bertambah satu orang penghuninya. Tapi Yoyok mengaku belum tahu, apakah mantan pemain Barito Putera akan masuk ke dalam tim atau belum.

Belum pastinya pemain yang biasa disapa Afri, ikut merumput di tim yang berkandang di Stadion Mandala Krida lantaran pihak regulator sampai saat ini belum memberikan jawaban kepada manajemen Parang Biru. Yoyok saat ini, juga masih menunggu kabar tersebut, agar pemain yang sudah berada di mess sekitar satu bulan segera bisa dipastikan akan berbaju PSIM.

Pihaknya mengaku sudah memasukkan nama dan persyaratan yang dibutuhkan, untuk mendaftarkan penjaga gawang yang akan melengkapi kekuatan tim, tersebut. "Mungkin pekan ini ada jawaban, berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya pihak PT Liga Indonesia memberikan jawaban ke kami tapi sampai saat ini belum ada," katanya, Selasa (24/4/2012).

Afri saat dihubungi, mengaku dari kabar yang diterimanya manajemen sudah mendaftarkannya ke regulator yang menggelar kompetisi Divisi Utama. Ia menyatakan, meski sudah didaftarkan tapi sampai detik ini, belum menandatangani surat kerja sama dengan manajemen.

Disinggung mengenai apakah sudah ada kata sepakat dengan manajemen, Afri mengaku bingung lantaran Direktur PT PSIM, akan mengonsultasikan dahulu ke PT Nirmala Persada Indonesia yang membayar seluruh kontrak pemain yang bergabung dengan pasukan Parang Biru. Konsultasi ini, untuk memperoleh kepastian apakah jumlah gaji yang diminta dapat disetujui atau tidak.

Ia menyerahkan semuanya nasib, kepada manajemen jika kemudian namanya tidak bisa masuk ke dalam tim. "Kalau tidak jadi mau gimana lagi, kecewa pasti," ujarnya.

Sumber : Lihat Disini

Selasa, 24 April 2012

SKUAT PSIM: Perekrutan Afriyanto Jadi Polemik

JOGJA—Pendaftaran nama penjaga gawang baru PSIM Afriyanto mendapatkan komentar negatif dari sejumlah pengurus.

Direktur Teknik PSIM Dwi Irianto mengkritik perekrutan penjaga gawang eks Barito Putra tersebut. Pria yang akrab disapa Mbah Putih ini mengakui kedatangan Afriyanto ke Mandala Krida sebenarnya memang tak begitu perlu.

Selain lantaran kualitas Afriyanto yang dinilainya setara dengan penjaga gawang yang saat ini telah dimiliki oleh PSIM, perekrutan Afriyanto dinilainya juga tak efektif. Menurut dia, dengan sisa pertandingan yang hanya berjumlah enam laga saja, sangat tidak efektif jika harus mendatangkan pemain baru.

”Apalagi imbasnya sampai pada pencoretan pemain yang ada. Sayang dengan kondisi tim yang sudah kondusif ini harus kacau lagi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/4).

Ia berpendapat, akan lebih baik jika pelatih memaksimalkan tim yang sudah terbentuk saat ini. Menurutnya, Agung Prasetya, penjaga gawang utama PSIM saat ini memiliki progress yang cukup baik dari laga ke laga.

Sebelumnya, Direktur Utama PSIM Yoyok Setiawan mengatakan pada dasarnya kedatangan Afriyanto ke Mandala Krida adalah merupakan rekomendasi dari pelatih dari hasil rapat evaluasi putaran pertama lalu.

Akan tetapi, saat didesak mengenai nasib Afriyanto di PSIM, Yoyok justru sependapat dengan Dwi Irianto, kiper tambahan bagi PSIM belumlah menjadi kebutuhan yang teramat mendesak. ”Tapi bagaimanapun, saya hanya ingin yang terbaik untuk tim ini,” ucapnya.

Terpisah, pelatih PSIM Hanafing mengatakan pada dasarnya dia tetap mengacu pada hasil rapat evaluasi putaran pertama lalu. ”Karena saat itu, hasil keputusannya kami butuh kiper dan striker, lha kok sekarang malah dipermasalahkan,” keluhnya.

Adapun terkait dengan pencoretan yang merupakan konsekuensi dari kedatangan pemain baru, menurut pelatih berlisensi A AFC tersebut merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, pencoretan pemain lebih tepat jika dibahasakan sebagai efektifitas, mengingat kondisi finansial PSIM yang saat ini memang tengah goyah. ”Tapi di luar itu, harusnya menjadi hal yang bagus. Karena pemain menjadi bisa lebih bersaing. Tidak seenaknya sendiri,” ucapnya.

Oleh sebab itu, dengan kedatangan Afriyanto, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak manajemen, khususnya terkait dengan pencoretan beberapa nama pemain yang dinilai memiliki rapor buruk selama putaran pertama. ”Sepenuhnya saya serahkan itu semua kepada pihak manajemen,” ucapnya.

Sumber : Lihat Disini

Minggu, 22 April 2012

Lima Pemain PSIM Segera Dicoret

YOGYA  - Lima pemain PSIM Mataram, dipastikan akan dicoret dari tim yang diasuh oleh Pelatih Hanafing. Direktur PT PSIM, Yoyok Setyawan, menyatakan punggawa yang hengkang dari skuad Parang Biru adalah pemain yang jarang dimainkan dalam setiap laga selama mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.

Selain jarang dimainkan, kelima pemain tersebut, membebani pengeluaran tim yang saat ini sedang mengalami kesulitan keuangan.

Pemecatan punggawa Parang Biru, yang kalah bersaing dengan 24 pemain lainnya akan dilakukan begitu manajemen mendapatkan uang untuk pesangon dan gaji terakhir yang mesti dibayarkan.

"Saya baru berani mengeksekusi, setelah ada uang di tangan jika tidak ada belum akan dilaksanakan," tutur Yoyok, di Wisma PSIM Yogyakarta, Sabtu (21/4).

Nama-nama pemain yang bakal didepak dari mess PSIM, sudah ada di tangan manajemen meski sempat ada perubahan daftar yang bakal dicoret dari usulan pelatih.
Ia mengaku, tidak tahu mengapa pelatih mengusulkan satu nama baru dan menukar dengan nama lain yang telah diusulkan beberapa waktu lalu.

"Nanti dulu, setelah kami bisa mengeksekusi pemain-pemain tersebut," jawab Yoyok, saat ditanya siapa saja nama-nama pemain yang bakal keluar dari tim.
Beberapa nama pemain, yang diduga akan diputus kontraknya di tengah musim kompetisi, di antaranya adalah Didik, Muhammad Rifki, Radikal, Johan dan Wahono.

Menjelang berakhirnya jeda transfer pada putaran kedua, manajemen akan menambah satu pemain untuk posisi penjaga gawang. Afriyanto, menurutnya akan segera didaftarkan ke PT Liga Indonesia sebagai regulator Kompetisi Divisi Utama sebelum pendaftaran pemain untuk putaran kedua ditutup pada Minggu (22/4).

"Kami coba masukkan, kalau masih bisa masuk akan kami kontrak selama setengah musim kompetisi," ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu surat keluar dari tim lama pemain yang bersangkutan dan formulirnya sudah dikirim tinggal menunggu balasan dari Barito Putra.

Sumber : Lihat Disini