Jumat, 20 April 2012

POLEMIK PSIM: Manajemen Tak Kreatif, Hari Ini Temui Haryadi

JOGJA—Sikap saling lempar tanggung jawab di tubuh manajemen PSIM disesalkan Komisaris Utama PT. Nirwana Persada Indonesia Subardi.

Menurut Subardi adanya kasus itu membuktikan memang tidak adanya komunikasi dan kerja sama masing-masing pengurus membuat persoalan terus dialami PSIM. ”Kalau manajemen mau bersatu mencari solusinya saya kira bisa, kita tau banyak stakeholder di Jogja masih mendukung tim PSIM bisa dimanfaatkan,” ujarnya Kamis (19/4).

Subardi sangat menyayangkan sikap manajemen yang saling lempar tanggung jawab tersebut. Baginya, jika memang benar Ketum PSIM melempar persoalan tersebut ke manajemen, dan manajemen sendiri melempar problem kepada Ketum, itu berarti bisa dikatakan kedua belah pihak mencoba melepaskan diri dari tanggung jawab. ”Percuma PT NPI selaku sponsor sudah memberikan bantuan kepada PSIM selama ini,” tegasnya.

Ditandaskannya, persoalan defisit dana yang terus menjadi problem tersebut besar kemungkinan disebabkan oleh kurang kreatifnya manajemen untuk mencari dana tambahan.

Menurut pria yang akrab disapa dengan Mbah Bardi ini, meski sebelumnya tim PSIM memperoleh dana dari APBD bukan berarti manajemen tidak bisa mandiri.

Subardi yang juga merupakan mertua dari pemain senior PSIM Seto Nurdiyantoro itu juga menandaskan seharusnya Ketua Umum PSIM Haryadi Suyuti bisa lebih bersikap tegas. Kalau pun saling melempar masalah, sebaiknya lebih baik dikembalikan kepada pemiliknya. ”Sehingga problem tersebut seharusnya tidak perlu berlarut-larut,” ujarnya.

Adapun Dirut PT PSIM Jogja Yoyok Setyawan menambahkan solusi yang akan diambil bisa dikembalikan kepada pemiliknya. Dalam waktu dekat bisa memanggil para stakeholder untuk mencari solusinya.

Menurutnya, pemilik PSIM selama ini bisa dikatakan adalah Yayasan Yogaya yang diketuai oleh Haryadi Suyuti sendiri. Oleh sebab itu, menurutnya aneh jika Haryadi Suyuti kembali melimpahkan tanggung jawab kepada pihak manajemen.

Oleh sebab itu, hari ini pihaknya akan segera menggelar pembicaraan secara internal khususnya dengan Haryadi terkait solusi pemecahan masalah finansial yang membelit PSIM tersebut.

Sumber : Lihat Disini

Kamis, 19 April 2012

PSIM Cari Tandem untuk Linkers

JOGJA—Meski masih menyisakan enam pertandingan di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, manajemen PSIM sudah mempersiapkan diri menuju babak delapan besar. Salah satunya adalah rencana mencari tandem dari striker asing mereka, Emile Linkers.

Manajer PSIM, Aji Sutarto mengatakan, meski membutuhkan tandem untuk Linkers, dirinya mengaku tidak memiliki kewenangan apapun. ”Sepenuhnya adalah hak PT NPI [perusahaan pendukung dana PSIM],” ucapnya, Rabu (18/4).

Ia mengaku belum mengantongi satu pun nama striker yang bakal ditandemkan dengan pemain asal Belanda tersebut. ”Untuk perkembangannya lihat nanti. Yang terpenting, kami sekarang tengah fokus untuk mengamankan posisi dulu,” ucapnya.

Dirinya berharap dengan beredarnya wacana perekrutan pemain baru ini tidak lantas membuat suasana klub yang saat ini sudah mulai kondusif, menjadi kacau lagi. Ia berharap perekrutan tersebut hanya dilakukan bila kondisi keuangan memungkinkan. ”Jadi bisa tidak perlu sampai membuat resah pemain lainnya,” ucapnya.

Terpisah, pelatih PSIM Hanafing justru mengakui Linkers tidak butuh tandem dengan formasi 4-3-2-1. ”Di formasi kami, Linkers memang seorang striker tunggal,” ujarnya.

Namun jika manajemen PSIM berencana mendatang striker baru, Hanafing berharap striker lokal berkualitas bagus yang dipilih.

Sumber : Lihat Disini

Rabu, 18 April 2012

Apresiasi HANAFING untuk RIMKUS

Lorenzo Rimkuz
JOGJA—Cedera otot paha gelandang PSIM asal Belanda, Lorenzo Rimkus, belum pulih 100%. Kondisi itu terjadi lantaran pemain bernomor punggung 35 tersebut memaksa bermain saat PSIM menjamu Persitema Temanggung, Senin (16/4).

Pelatih PSIM Hanafing mengakui, Rimkus memang sudah direncanakan untuk diistirahatkan dalam laga tersebut. Namun, lantaran desakan dari Rimkus sendiri, sebagai pelatih, dirinya merasa berkewajiban untuk memberikan kesempatan. ”Itu salah satu bentuk apresiasi saya terhadap dia [Rimkus],” ujarnya.

Hanafing pun menginstruksikan Rimkus untuk tidak terlalu tampil ngotot. Pemain kelahiran Rotterdam itu hanya diminta sekadar menghabiskan stamina defender lawan saja. ”Di babak kedua, setelah saya rasa stamina defender lawan sudah habis, saya gantikan dia Rimkus dengan pemain lain, Reinhard [Rumeikewi],” ujar dia.

PSIM baru akan kembali berlatih Jumat (20/4) sebelum bertandang ke Bengkulu pada 3 Mei mendatang.


Biodata Lorenzo Rimkus
Tempat/tanggal Lahir: Rotterdam, 22 September 1984
Posisi: Gelandang


Karier:
2001–2005- Sparta Rotterdam
2005–2007- Den Bosch
2007–2009- Lierse
2009 – Turnhout (pinjam)
2009–2010- Turnhout
2010–2011- SV ARC
2011– ? – PSIM Yogyakarta

Sumber : Lihat Disini

Selasa, 17 April 2012

Otot Kaki Pemain PSIM RENTAN CEDERA

JOGJA—Pelatih PSIM, Hanafing mengaku pemainnya gampang cedera, terutama pada otot kaki. Hal itu didasarkan pada pertandingan terakhir PSIM kala menghadapi Persitema Temanggung Senin (16/4) lalu.

Ia mengakui, pada dasarnya kualitas stamina anak asuhnya cukup baik. Bahkan dia mengakui nyaris dari semua tim yang ada di Divisi Utama Liga Indonesia Grup 1 kewalahan saat menghadapi stamina para pemainnya. ”Kalau masalah stamina, saya patut berbangga,” ujarnya.

Namun permasalahan yang dialami sekarang adalah rentannya otot kaki para pemainnya yang membuat mereka gampang cedera.

Ia pun mengagendakan latihan dalam sepekan terakhir fokus penguatan otot kaki. ”Kalau otot kaki kuat, saya rasa, mereka tak rentan cedera,” ujarnya.

Usai mengalahkan Persitema di Stadion Mandala Krida, PSIM akan menjalani laga tandang menghadapi PS Bengkulu.

Sumber : Lihat Disini

Hubungan Hanafing-Linkers Mulai Cair

JOGJA—Sempat bersitegang dengan pelatihnya dan nyaris dicadangkan, striker PSIM asal Belanda Emile Linkers akhirnya membuktikan dirinya memang pantas menjadi pilihan utama PSIM.

Dalam pertandingan menghadapi Persitema Temanggung di Stadion Mandala Krida, Senin (16/4) sore, Linkers menunjukkan kelasnya sebagai pemain andal. Ia menjadi salah satu pencetak gol saat PSIM menggulung tamunya dengan skor 2-0. Linkers mencetak gol di menit ke-78, sedangkan satu gol lainnya diciptakan Topas Pamungkas menit ke-54.

Pada babak pertama, anak asuh Hanafing sempat bermain buruk. Selain monoton lantaran hanya memanfaatkan bola-bola panjang yang tersentral pada Linkers saja, para pemain PSIM pun kerap kehilangan bola. Hal itu praktis membuat babak pertama hampir sepenuhnya dikuasai oleh tim tamu.

Bahkan, pada babak pertama tersebut permainan kedua tim menjurus kasar. Pertandingan baru berjalan satu menit, bek Persitema Adik Sumarno mendapatkan kartu kuning lantaran melanggar salah satu pemain PSIM.

Beruntung di babak kedua, Hanafing menginstruksikan agar anak asuhannya kembali pada permainan asli PSIM, yakni umpan pendek dan mengandalkan kecepatan.

Alhasil, di menit ke-54 gelandang sayap PSIM Topas Pamungkas berhasil menjebol gawang kiper Persitema, Angga Syatari setelah berhasil memanfaatkan bola liar hasil umpan tarik dari sisi kanan yang dilakukan oleh Dulsan Lestaluhu.

Tak puas dengan satu gol, Linkers, melalui tendangan bebas melengkungnya dari sisi kiri pertahanan Persitema berhasil mengubah kedudukan menjadi 2-0.

”Saya memang instruksikan kepada Linkers untuk membuat lelah dulu bek lawan. Ternyata ini bisa dimaksimalkan oleh Reinhard yang masuk di babak kedua. Dia kan punya kecepatan,” ujar Hanafing seusai laga.

Sumber : Lihat Disini


Emile Linkers Buktikan Masih Layak

YOGYA - Pemain impor asal Belanda, Emile Linkers, melengkapi skor kemenangan PSIM Mataram menjadi 2-0, saat memanfaatkan dengan sempurna eksekusi tendangan bebas yang dipercayakan kepadanya.

Begitu tendangannya masuk ke tiang dekat gawang Persitema Temanggung yang dijaga oleh Angga Syatari, sontak pemain bernomor punggung 99 langsung berlari ke arah lapangan tengah.

Ia merayakan golnya yang kedelapan untuk Parang Biru dan merupakan gol kedua dalam laga kali ini, dengan melakukan dua kali salto.

Para penonton yang duduk di tribun barat, langsung memberikan standing ovation memberikan penghargaan kepada striker yang bernomor 99.

Gol yang dicetaknya sekaligus memberi pembuktian kepada Pelatih Hanafing, ia masih layak selalu dipasang sebagai striker yang membahayakan gawang lawan.

Memang golnya diciptakan melalui set piece hadiah wasit, setelah seorang punggawa Parang Biru dilanggar oleh lawan tapi bisa dibilang istimewa lantaran masuk pada tiang dekat gawang Persitema Temanggung yang dijaga Angga Syatari.

Tambahan satu gol, memperlihatkan Linkers sudah mampu menyingkirkan permasalahan antaranya dengan Pelatih Hanafing dan benar-benar menunjukkan sebagai pemain profesional.

Sebelum laga, ia menyatakan tidak mengerti mengapa pelatih mengabaikan dan mendiamkannya. Linkers menduga lantaran dalam dua laga, bermain jelek dan berperilaku tidak menyenangkan.

"Yang terpenting saya terus berlatih keras dan bekerja keras saat pertandingan," katanya, dengan Bahasa Inggris, Senin (16/4/2012).

Ia mulai saat ini berjanji, akan berbuat yang terbaik untuk tim dan dirinya. Dengan tambahan satu gol pada laga lawan Laskar Bambu Runcing, ia berharap semua orang dapat memaafkan kesalahannya.

Sepanjang 90 menit laga penuh, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Linkers berusaha keras menunjukkan bahwa ia adalah striker yang berbahaya dan layak diperhitungkan.

Pemain yang didatangkan bersama dua ekpatriat asing lainnya, Lorenzo Rimkus dan Kristian Adelmund, berusaha mengejar bola yang datang ke arahnya meski masih sesekali tampak beberapa kali refleknya kurang cepat mendapatkan bola-bola yang mengarah kepadanya.

"Saya senang tim bisa meraih tiga poin penuh, ini juga perlu diraih saat bermain di luar kandang karena PSIM merupakan tim terbagus di kompetisi ini," ujarnya.

Pelatih Hanafing, menyatakan Linkers pada laga lawan Persitema Temanggung menunjukkan kelasnya sebagai striker yang berbahaya karena pada putaran pertama dia merupakan top skor di Grup I Divisi Utama.

Ia melihat, selama laga pemain asing tersebut, mau bekerja keras dan rajin mencari bola sehingga membantu timnya meraih kemenangan.

Hanafing, mengakui dua laga saat melawan Persiku Kudus dan Persis Solo pemainnya, tersebut tidak bermain maksimal.

"Setelah menjalani hukuman akumulasi dua kartu kuning dan diajak bicara oleh manajemen, saya tidak ada salahnya memberikan kesempatan kepadanya untuk membuktikan diri," tuturnya, usai laga.

Selain Linkers, ia juga memberikan kesempatan kepada Rimkus yang masih cedera otot paha untuk bermain sampai lelah dan ingin diganti.

Sumber : Lihat Disini

Senin, 16 April 2012

PSIM Menang 2-0

YOGYA - Pasukan Parang Biru, akhirnya sanggup mewujudkan ambisinya meraih tiga poin dan tetap berada di papan atas klasemen sementara Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.

Mereka memenangkan laga penting dengan dua gol tanpa balas, jelang melakukan serangkaian pertandingan kandang lawan.

Dua gol, diciptakan masing-masing oleh Topas Pamungkas pada menit 54, yang memanfaatkan umpan tarik Dulsan Lestaluhu yang gagal digapai oleh rekannya Emile Linkers.

Striker ekspatriat, Emile Linkers, melengkapi kemenangan PSIM saat dapat memanfaatkan dengan sempurna eksekusi tendangan bebas yang dipercayakan kepadanya dan jatuh di tiang dekat gawang Persitema Temanggung.

Kemenangan 2-0, membuat anak-anak asuhan Hanafing tetap bertengger di puncak klasemen sementara dengan raihan 31 poin.

Sumber : Lihat Disini