Kamis, 05 April 2012

Manahan Sepi Tanpa Suporter Saat Persis vs PSIM

SOLO - Pertandingan lanjutan divisi utama Liga Indonesia antara Persis Solo vs PSIM Yogyakarta, Rabu (4/4) benar-benar tanpa suporter. Tak satupun terlihat suporter dari kedua kesebelasan diseluruh penjuru stadion berkapasitas 30 ribu penonton itu.

Suasana lengang tampak di tribun VIP, tribun timur, hingga kedua sisi di belakang gawang. Sejumlah suporter beratribut Pasoepati terlihat bergerombol di ruang stadion tak bisa masuk. Mereka hanya berkeliling dan nongkrong.

Panitia memang melarang suporter kedua kesebelasan menonton. Kami tak ingin seseuatu yang buruk terjadi," kata Paulus Hartoyo, Ketua Panpel pertandingan. Selama ini, suporter kedua kesebelasan memang acap kali terlibat bentrok saat saling bertemu.

Hal itu lah yang sangat ditakutkan oleh panpel hingga akhirnya tak satupun lembar tiket dijual. "Ini terpaksa kami lakukan untuk mengantisipasi rusuh suporter," kata Paulus. Namun pertandingan tersebut disiarkan secara langsung lewat televisi.

Sumber : Lihat Disini

Rabu, 04 April 2012

PERSIS SOLO vs PSIM: Cari Obat Luka

JOGJA—PSIM mencoba menebus kekalahan saat bertanding di Kudus beberapa waktu lalu. Kemenangan atas tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan Solo, sore ini bakal menjadi pengobat luka Laskar Mataram.

Dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012 kali ini tuan rumah Persis Solo bakal menghadapi musuh bebuyutannya, PSIM.

Seusai menelan kekalahan 2-0 di laga melawan Persiku Kudus, Sabtu (31/3), Laskar Mataram harus mampu memetik poin penuh di laga kali ini. Hal ini dilakukan menyusul kian tipisnya perbedaan poin dengan pesaingnya, Persebaya Surabaya, Persita Tangerang dan Persiku Kudus.

Secara statistik, Laskar Mataram lebih diunggulkan ketimbang tuan rumah, Laskar Samber Nyawa. PSIM mencatatkan diri berada di peringkat pertama dengan poin 24. Sedangkan Persis berada di peringkat delapan dengan 12 poin.

“Kami harus menang karena Persiku dan Persita mengancam posisi kami. Secara permainan sebenarnya kami tidak ada yang istimewa dari Persis Solo. Mereka hanya menang dalam semangat,” kata Hanafing, Selasa (3/4).

Eks pelatih PSIS Semarang dan PSM Makassar itu pun  telah mengantongi kekuatan dari Persis Solo. Kendati menang dengan mudah 2-0 atas Persebaya, namun secara permainan dan kolektivitas tuan rumah masih belum sempurna. Kendati begitu, Hanafing  engaku tidak akan menganggap remeh Persis Solo.

Tim inti yang diperkuat pemain lokal dan trio Belanda tetap akan diturunkan sejak babak pertama. Apalagi, Hanafing mengaku ingin melampiaskan kekalahan di Solo.

“Kami tidak ingin Persis jadi batu rintangan. Di laga tandang kali ini, anak-anak sudah siap semua, kami harus menang,” tandas pelatih berlisensi A AFC itu.

PSIM sendiri akan tampil tampil menyerang dan cepat. Keberadaan pencetak top skor bagi PSIM, Emile ”Killer” Linkers akan benar-benar dimaksimalkan di lini depan. Tak hanya itu Lorenzo Rimkus, Kristian Adelmund dan sejumlah pemain gelandang yang dipasang kian memantapkan langkah Laskar Mataram untuk merealisasikan kemenangan.

Adapun pelatih Persis Solo, Didik Lestiyantara mengakui jika laga melawan PSIM merupakan laga antara bumi dan langit. Ketimpangan kekuatan yang dimiliki antara skuat asuhannya dengan tuan rumah memang dirasakan, namun Persis akan berusaha memenangkan laga kali ini.

“Kami ingin mengulang kemenangan melawan Persebaya saat bertemu PSIM. Kami akan berusaha. Anak-anak sudah saya minta untuk meraih poin penuh di sini,” pungkas Didik.

Sumber : Lihat Disini

PSIM Tak Gentar Meski Diteror

SOLO - Pemain belakang PSIM Mataram, Eko Puji Yanto, menganggap aksi pelemparan dan penjarahan barang-barang milik rekan-rekannya yang dilakukan oleh pendukung Persis Solo, sebagai teror kepada pemain PSIM Yogyakarta.

"Kami menganggap, mereka melakukan teror kepada tim sebelum melawan Persis Solo," ujar Eko, Selasa (3/4/2012).

Teror yang dilakukan oleh pendukung Pasukan Sambernyawa, itu, tidak membuatnya takut bertanding pada laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012, di Stadion Manahan, Rabu (4/4).

Eko, mengaku kehilangan sandal dan baju lantaran dijarah suporter yang mengenakan baju merah merah, saat tengah melakukan latihan menjajal stadion markas tuan rumah Solo.

Sumber : Lihat Disini

Dijarah Suporter Persis, Punggawa PSIM Rugi Rp 10 Juta

SOLO - Tim PSIM Yogyakarta mengalami peristiwa tak menyenangkan saat melakukan latihan dan uji coba lapangan di Stadion Manahan, Selasa (3/4) sore. 

Barang-barang tersebut antara lain, kaos, sandal, sepatu, tas, dan peralatan olah raga lainnya yang merupakan merk terkemuka. Jika ditotal, kerugaian yang diderita mencapai Rp 10-an juta lebih.

“Saya kehilangan sepatu kets kesayangan. Sepatu itu merk Reebok, warna biru, ukuran 41,” kata Agung Prasetyo, penjaga gawang PSIM saat ditemui dihotel tempatnya menginap.

Pada latihan jelang laga melawan Persis Solo, Rabu (4/4) itu, pemain dan official PSIM diserang sekolompok suporter beratribut Pasoepati. Tak hanya itu, seluruh barang-barang pemain juga ludes dijarah.

Sumber : Lihat Disini

Selasa, 03 April 2012

Pelatih PSIM Girang, Persebaya Ditekuk Persiku

SOLO - Pelatih PSIM, Hanafing, girang saat mengetahui Persebaya kembali takluk di kandang Persiku Kudus, Selasa (3/4/2012). Kekalahan 1-0 Persebaya dari Persiku tersebut dipandang Hanafing menjadi kesempatan bagi timnya untuk menjauh dari kejaran tim Bajul Ijo.

Saat ini, kedua tim hanya terpaut dua poin. PSIM yang berada di posisi puncak klasemen grup Barat masih unggul dengan poin 24, sementara sang rival terdekat, Persebaya, mengoleksi 22 poin

"Ini kesempatan bagus, kalau besok kami bisa ambil poin di Solo, kami bisa makin menjauh dari kejaran Persebaya," tuturnya, Selasa (3/4/2012) sore.

Oleh karena itu, pelatih asal Makasar tersebut tetap bakal menginstruksikan Nova Zaenal cs untuk berjuang habis-habisan di Solo. Kemenangan atau setidaknya hasil seri atas Persis pada laga Derbi Mataram, Rabu (4/4/2012) besok sore, akan mengamankan Laskar Mataram di puncak klasemen.

"Kalau sesuai skenario dan melihat perbandingan kedua tim, saya rasa kami bisa menang besok," kata pelatih berlisensi A AFC itu.

Sumber : Lihat Disini

Abda Ali Ngaku Senang Naik Truk Dalmas

SOLO - Pemain senior PSIM, Abda Ali, mengaku senang bisa naik mobil Dalmas Polres Solo, Selasa (3/4/2012). Menurutnya hal itu menjadi salah satu pengalaman menariknya saat bertandang ke markas tim lawan.

"Nyaman juga, lagian kami dikawal polisi, jadi di jalan bisa aman," tutur Ali, sapaan akrabnya.

Para punggawa PSIM memang terpaksa menggunakan truk Dalmas untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap setelah melakukan uji coba lapangan Stadion Manahan. Mereka tidak menggunakan bus lantaran sempat mendapat aksi provoaktif berupa lemparan batu di Stadion Manahan Solo, saat mereka latihan.

"Ya paling tidak kami bisa balik ke hotel dengan nyaman dan aman dengan naik mobil Dalmas," tambahnya.

Sumber : Lihat Disini

Dijarah Suporter Persis, Sandal Nova Hilang

SOLO - Kapten tim PSIM, Nova Zaenal, harus merelakan sepasang sandalnya diambil oleh para suporter Persis Solo. Kejadian itu terjadi saat punggawa PSIM melakukan sesi uji coba lapangan Stadion Manahan Solo, Selasa (3/4/2012).

Ia menuturkan, para suporter tuan rumah langsung masuk lapangan saat mereka berlatih di Stadion Manahan. Para suporter melempari pemain PSIM dengan batu lalu menjarah tas bawaan pemain yang ada di sisi lapangan.

Saya tak bisa berbuat apa-apa, jumlah mereka banyak banget, ada kali 500 an, sendal saya hilang deh," kata Nova.

Tak hanya Nova, hampir semua pemain PSIM kehilangan barang-barang mereka yang berada di dalam tas. Barang-barang seperti kaos, sepatu kets, hingga sendal dan kaus kaki dijarah oleh para suporter Persis, Pasoepati.

"Untungnya ngga ada yang kehilangan barang berharga sepeti uang, dompet atau hp, " tambah Nova. 

Sumber : Lihat Disini