Jumat, 13 April 2012

PSIM Menang Atas Persip Pekalongan

YOGYA - PSIM Mataram, akhirnya bisa memenuhi ambisinya meraih tiga poin penuh sekaligus mempertahankan posisinya sebagai kampiun klasemen sementara Grup 1 Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.

Gol pertama PSIM d cetak oleh Nova Zaenal setelah terjadi kemelut d pertahanan Persip Pekalongan.

Laskar Parang Biru, pada babak kedua menambah pundi-pundi golnya dan memperbesar kemenangan atas tamunya Persip Pekalongan pada laga yang digelar, di Stadion Mandala Krida, Kamis (12/4), menjadi 3-0.

Dua gol tambahan, masing-masing diciptakan oleh Topas Pamungkas, melalui tendangan bebas pada menit 60 setelah dilanggarnya M Irfan di sisi kanan pertahanan Laskar Kalong. Penjaga gawang Persip yang berusaha mengantisipasi, malah justru membelokkan bola ke dalam gawangnya.

Gol terakhir, diciptakan oleh M Irfan dengan sundulan kepala setelah memanfaatkan umpan silang dari Nova Zaenal pada menit 74.

Sumber : Lihat Disini

Kamis, 12 April 2012

Tiket PSIM Salah Cetak Harga, Brajamusti Kecewa

JOGJA—Profesionalisme panitia penyelenggara pertandingan (panpel) PSIM kembali dipertanyakan. Berapa jam menjelang laga kandang PSIM menghadapi Persip Pekalongan di Stadion Mandala Krida, Kamis (12/4), terjadi kesalahan cetak harga tiket.

Harga tiket kelas ekonomi yang seharusnya Rp12.000, justru tercetak Rp12.500. Jumlahnya pun mencapai 7.000 lembar tiket.
Saat dikonfirmasi, Ketua Panpel Sukamto, mengaku belum mengetahui tentang kesalahan cetak tersebut. Namun lantaran harga tiket sebesar Rp12.000 sudah telanjur disosialisasikan, Panpel tetap akan menjual tiket dengan harga tersebut.

”Meski di tiket tertulis Rp12.500, tapi karena sudah telanjur disosialisasi, kami tetap menjualnya Rp12.000,” ujarnya.

Presiden Brajamusti, Eko Satriyo Pringgodani mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Padahal pihaknya sudah setuju dengan wacana kenaikan harga tiket ekonomi dari Rp.10.000 menjadi Rp.12.000.

Sumber : Lihat Disini

Yoyok : Belum Perlu Merekrut Kiper Apriyanto

YOGYA - Direktur PT PSIM, Yoyok Setyawan merasa belum perlu merekrut penjaga gawang, Apriyanto. Sebelumnya dia direkomendasikan oleh pelatih PSIM, Hanafing.

"Kiper Apriyanto belum urgent dimasukkan ke dalam tim. Selama ini permainan anak-anak masih bisa mengimbangi tim lain," kata Yoyok, di Kantor PSIM Yogyakarta, Kamis (12/4/2012).

Selain belum begitu perlu, pihaknya juga belum terlalu buru-buru untuk melakukan penambahan pemain untuk menyuntik kekuatan tim Parang Biru.

"Saya sudah kontak ke pemain yang bersangkutan, untuk mengetahui gaji yang dimintanya dan sekaligus menawarkan gaji standar dalam tim tapi yang bersangkutan belum memberikan jawaban," beber Yoyok.

Persoalan teknis, ia akan menyerahkan kepada pelatih kiper untuk melakukan penilaian yang dijadikannya pertimbangan saat merekrutnya.

"Hak pelatih mengusulkan penambahan pemain, termasuk pencoretan mereka di dalam tim tapi yang memutuskan semuanya adalah manajemen," tutur pria yang suka mengenakan topi.

Mengenai pencoretan, ia masih berfikir apakah akan melakukannya atau tidak dan belum ada rencana ke arah sana.

"Kalau tidak bagus, mau keluar dari tim silahkan tidak masalah karena di sini tidak ada pemain bintang," tuturnya.

Sumber : Lihat Disini

Linkers Mengaku Tak Cocok dengan Hanafing

JOGJA—Perang dingin antara pelatih PSIM Hanafing dan striker asingnya Emile Linkers semakin memanas.

Linkers bahkan sempat mengutarakan kekecewaannya terhadap mantan pelatih PSIS tersebut. Linkers menyebut sosok Hanafing sebagai pelatih yang buruk. Menurut pemain berkebangsaan Belanda tersebut, Hanafing gagal membuat anak asuhnya berkembang menjadi lebih baik. ”Dia [Hanafing] tak bisa membuat pemain menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa dirinya sudah tidak cocok dengan cara melatih dari pelatih berlisensi A AFC tersebut. Padahal Linkers mengaku sudah merasa nyaman di PSIM. Menurutnya, iklim pesepakbolaan di Yogyakarta sudah cukup kondusif. Bahkan terkait kondisi manajemen PSIM yang carut marut, dirinya menganggap hal itu tak menjadi masalah. ”Saya sangat nyaman berada di sini. Saya tak masalah dengan keadaan klub,” ujarnya.

Hanafing sebelumnya melontarkan kritik keras kepada Linkers. Hanafing menilai Linkers tampak malas dan tak semangat menjalani pola latihan yang diterapkannya. Hanafing mengatakan, sebagai pemain asing yang memiliki skill di atas rata-rata pemain lokal, seharusnya Linkers bisa menjadi teladan yang baik bagi pemain lainnya. ”Jangan malah seperti itu,” ujarnya kala itu.

Hanafing bahkan mempersilakan Linkers untuk angkat kaki dari PSIM jika tak bisa mengubah perangainya.

Sumber : Lihat Disini

PSIM VS PERSIP: Mutlak 3 Poin!

JOGJA—Di atas kertas PSIM bakal dengan mudah mengalahkan Persip Pekalongan dalam pertandingan di Stadion Mandala Krida, Kamis (12/4) sore ini. Pasalnya, dari kualitas pemain, Laskar Mataram lebih unggul dibandingkan tamunya.

Belum lagi saat meladeni Nova Zaenal dan kawan-kawan, kubu Persip dalam kondisi pincang. Sebanyak empat pemain pilar mereka dipastikan absen. Kedua striker Nur Coyo dan Rozikin, serta kapten tim mereka Augustus Nimely terkena akumulasi kartu. Seorang lagi adalah Sukodir yang masih dibekap cedera.

Pelatih Persip Nassal Mustofa, saat dikonfirmasi Rabu (11/4) tak memungkiri absennya keempat pilar tersebut jelas memengaruhi permainan timnya. Ia mengakui, selama ini keempat pemain tersebut memang menjadi andalan dari tim berjuluk Kalong Pantura tersebut. Terlebih Nur Coyo dan August Nimely. Nur Coyo yang sejauh ini merupakan top skor Persip dengan lima gol memang menjadi andalan di lini depan Persip.

Praktis, kini Persip hanya mengandalkan sosok striker asing asal Mali, Dede Tamboura saja. Tak hanya itu, untuk ban kapten yang selama ini dipercayakan kepada August Nimely, kemungkinan kini akan beralih di lengan pemain bernomor punggung 10 tersebut.

Praktis, dengan absennya dua orang striker ditambah dengan seorang bek dan gelandang, tak ada pilihan lain bagi Persip untuk bermain defensif. ”Sambil sesekali kami mencuri peluang melalui serangan balik,” ucap Nassal.

Oleh sebab itu, target yang dipasangnya pun tak muluk-muluk. Berhasil mencuri satu poin melalui hasil imbang menurutnya sudah merupakan hasil maksimal.

Selain itu, dirinya juga mewaspadai gerakan sejumlah pemain tengah dari PSIM yang memiliki kecepatan dan unggul dalam postur tubuh.

Satu nama yang menjadi fokus perhatiannya adalah gelandang bertahan asal Belanda, Kristian Adelmund yang saat pertandingan putaran pertama di Stadion Kota Batik Pekalongan Kamis (1/3) lalu berhasil menjebol gawang penjaga gawang Nurul Subkhi. Ketika itu tuan rumah Persip dikalahkan oleh PSIM dengan skor 1-2.

Beruntung, kini Persip mendapatkan sedikit angin segar. Pasalnya, Ng’o Evrard Jacques, pemain asal Persitara yang didatangkan belum lama ini, sudah siap tampil setelah pihak pelatih menyimpannya saat Persip dikalahkan 1-0 oleh Persitema 2 Maret lalu.

Nassal Mustafa mengakui kedatangan stopper asal Kamerun tersebut diharapkannya akan mampu menambal celah yang ditinggalkan oleh kapten tim mereka Augustus Nimely.

Di kubu PSIM sejumlah pemain juga tidak bisa merumput. PSIM sendiri akan tampil tanpa diperkuat oleh beberapa pemain seperti striker Emile Linkers, bek Abda Ali dan gelandang Radikal Idealis.

Pelatih PSIM, Hanafing mengatakan tetap akan menerapkan strategi ofensif. ”Dari awal, target kami memang sudah poin penuh. Dengan atau tanpa Linkers,” tukasnya.

Sumber : Lihat Disini

Bonus Tiga Laga Tandang Tetap Dibayarkan

YOGYA - Tersiarnya kabar jika bonus tiga laga tandang yang belum dibayarkan oleh manajemen Parang Biru dibantah Direktur PT PSIM, Yoyok Setyawan. Sebab bonus tersebut akan tetap dibayarkan.

"Jika pada laga melawan Persip Pekalongan, tim kembali menang pemain juga tetap mendapatkan bonus kemenangan kandang," kata Yoyok, di Kantor PSIM, Yogya, Kamis (12/4/2012).

Tambahan uang, tersebut, akan tetap diperhitungkan dengan bonus-bonus lainnya yang belum dibayarkan tapi masalah kapan akan diberikan, Yoyok belum berani memastikan.

"Tetap kami perhitungkan, masalah kapannya belum berani memastikan dan berjanji pasti akan dibayarkan," lanjutnya.

Sumber : Lihat Disini

Manajemen Bertemu Pemain PSIM

YOGYA - Direktur PT PSIM Mataram, Yoyok Setyawan, bertemu punggawa Parang Biru, di kantor klub, tersebut, yang terletak di Kompleks Wisma PSIM. Pertemuan, tersebut dilakukan sebelum laga kandang menghadapi Persip Pekalongan, Kamis (12/4/2012) pukul 15.30 WIB.

Usai pertemuan, para pemain tidak ada satupun yang mau memberikan keterangan termasuk Kapten Tim, Nova Zaenal, mengenai isi pertemuannya dengan direktur.

"Coba tanya ke Abda saja," lempar Nova, kepada para wartawan, di Mess PSIM, di Yogya.

Pemain belakang, Abda Ali, saat ditanya juga tidak memberikan keterangan apapun kepada para wartawan dan menyarankan langsung ke Direktur PT PSIM.

"Kami mengundang pemain, untuk memberikan arahan bagaimana caranya nanti memenangkan laga lawan Persip Pekalongan," tutur Yoyok Setyawan, saat dikonfirmasi di kantor PSIM.

Nova Zaenal Cs, sudah mengaku kepada manajemen tetap akan berjuang untuk memenangkan laga menghadapi Laskar Kalong, lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.

"Pemain, juga kami berikan penjelasan mengenai keterlambatan pembayaran bonus lantaran belum cairnya uang dari sponsor," paparnya.

Yoyok memberikan penjelasan kepada semua pemainnya, mengenai posisi keuangan klub dan pihaknya yang sedang menunggu kepastian dari Total Advertising sebagai sponsor untuk segera mencairkan uang.

Sumber : Lihat Disini