Minggu, 25 Desember 2011

Banding, PSIM harus perhatikan ketentuan


JOGJA—Keinginan kubu PSIM untuk melakukan banding terhadap putusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI ditanggapi Wakil Ketua Komdis, Catur Agus Saptono.
Mantan bendahara Pro Duta FC itu menyatakan pengajuan banding merupakan hak dari Laskar Mataram. Namun Catur mengingatkan agar PSIM memperhatikan ketentuan banding.
“Kalau mau banding, silakan saja. Tentunya kalau diterima atau tidak itu nanti kewenangan dari Komisi Banding, bukan kewenangan kami lagi. PSIM juga harus memperhatikan tenggat waktu pengajuan banding nantinya,” kata Catur, yang dihubungi Harian Jogja melalui ponsel, Kamis (22/12).
Diungkapkan Catur, Komdis telah melakukan rapat sebelum menjatuhkan sanksi kepada PSIM dan Persita, kedua klub tersebut dikenakan sansi di antaranya adalah didiskualifikasi dari Divisi Utama PT. LPIS, degradasi ke Divisi I untuk musim 2012/2013, denda Rp250 juta dan larangan transfer pemain maupun aktivitas transfer matching system (TMS) musim 2011/2012.
“Semua telah diputuskan. Kalau memang nanti dalam perkembangannya PSIM tidak membayar denda Rp250 juta, nanti kami akan rapatkan lagi, mengenai tindakan yang akan kami lakukan. Soal hukuman untuk Persiku dan Persis sejauh ini kami akan kami rapatkan lagi,” pungkasnya.
Sumber : Lihat Disini

Jumat, 23 Desember 2011

Lawan Persih, PSIM siapkan strategi khusus


JOGJA—Laga menjamu Persih Tembilahan di Stadion Mandala Krida, Kota Jogja bakal dijalani Laskar Mataram, Selasa (3/1) mendatang. Meski kubu PSIM mengaku buta dengan kekuatan dari tim asal Riau itu, namun permainan dari anak asuh Raja Faizal itu kini perlahan mulai dipetakan.
Bahkan, PSIM kini telah menyiapkan strategi khusus saat melawan Persih Tembilahan. Pergerakan duo eks penggawa Laskar Sultan Agung, Persiba yang kini berbaju Skuat Harimau Rawa, yakni Ahmad Chodori dan Febi Martika Candra dipastikan bakal dimatikan.
Asisten pelatih PSIM, Maman Durachman menilai kedua pemain itu cukup berbahaya. Ahmad Chodori yang sempat berbaju Persiba bersama dengan Febi Martika Candra pada kompetisi 2009/2010 itu dinilai kaya pengalaman dan termasuk gelandang yang berbahaya.
Kecepatan dan pengalaman yang dimiliki pemain 2 Februari 1984 itu dipastikan akan menjadi permasalahan tersendiri saat berhadapan dengan lini tengah PSIM. Adapun, Febi Martika Candra yang musim lalu merumput di Persikab Bandung juga merupakan seorang gelandang bertahan yang memiliki mobilitas cukup tinggi. “Dua orang itu bakal mendapatkan perhatian dari kami. Keduanya kaya pengalaman, dan harus diwaspadai,” kata Maman kepada Harian Jogja, Rabu (21/12).
Apa yang diungkapkan Maman memang cukup logis, karena Nova Zaenal dan kawan-kawan memang membutuhkan kemenangan dan menebus hasil tidak maksimal di laga perdana saat ditahan imbang 1-1 menjamu Persita Tangerang.
Torehan poin penuh, akan memuluskan langkah untuk mengejar target 23 poin selama putaran pertama. “Nanti kami akan cari jalan untuk mempersiapkan strategi seperti apa. Apalagi sebentar lagi Hanafing [pelatih kepala PSIM] sudah bergabung,” tambah Maman.
Maman sendiri berharap permasalahan lemahnya konsentrasi dan juga koordinasi di menit terakhir tidak kembali terjadi saat menjamu Persih Tembilahan nantinya. Selain menata kembali konsentrasi dan fisik, pihaknya juga pun mencari jalan untuk mengatasi kelemahan skuat saat berhadapan dengan tendangan-tendangan bola mati dari tim asal Sumatera itu. “Kami harapkan nantinya Adelmund bisa mengatasi hal itu. Sejauh ini kami terus melakukan persiapan.
Sumber : Lihat Disini

PSIM dan SFC Didenda dan Degradasi oleh Komdis PSSI


JAKARTA - Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada Sriwijaya FC. Selain denda sebesar Rp 500 juta, Sriwijaya juga diganjar sanksi degradasi ke Divisi Utama pada musim 2012-2013.


"Kami menjatuhkan sanksi karena Sriwijaya menolak bermain melawan Persebaya 1927. Tindakan mereka tidak sportif. Kami juga mendiskualifikasi Sriwijaya dari Indonesian Premier League," kata Wakil Komite Disiplin PSSI Catur Agus Saptono kepada wartawan di Kantor PSSI, Rabu (21/12/2011).

Komdis juga melarang "Laskar Wong Kito" melakukan transfer pemain serta beraktivitas di transfer meeting system (TMS).

Selain itu, Komdis juga menjatuhkan sanksi kepada Persita Tanggerang dan PSIM Yogyakarta. Kedua klub tersebut dijatuhkan sanksi karena memilih bermain pada pembukaan Divisi Utama yang digelar PT Liga Indonesia pada 15 Desember lalu. 

"Persita dan PSIM didiskualifikasi Divisi Utama yang digelar PT Liga Prima Sportindo (LPIS). Mereka juga didegradasi ke Divisi I 2012-2013 serta denda sebesar Rp 250 juta kepada tiap-tiap klub," ujarnya.

Komdis, kata Catur, memberikan kesempatan selama tiga hari kepada Sriwijaya FC, Persita, dan PSIM untuk mengajukan banding.

Sumber : Lihat Disini

Rabu, 21 Desember 2011

PEMANGGILAN SELEKSI PELATIH TIMNAS TAK JELAS ; PSIM Keberatan Lepas Hanafing


JAKARTA (KR) - PSIM Yogya keberatan melepas pelatihnya, Hanafing yang dipanggil ikut seleksi pelatih Timnas PSSI pasca mundurnya Rahmad Darmawan (RD). Alasannya, pemanggilan tidak jelas dan masih carut marutnya PSSI saat ini, termasuk dalam mengelola Timnas. “Hanafing terikat kontrak dengan PSIM dan kami tidak akan melepas untuk mengikuti seleksi pelatih Timnas. Karena pemanggilan tidak jelas. Saya tidak ingin Hanafing dipanggil hanya untuk kemudian didepak,” ungkap Direktur Utama PT Nirwana Persada Indonesia (NPI) Muhammad Zein saat dihubungi KR, Selasa (20/12).

Pemanggilan Hanafing itu seperti diungkapkan Koordinator Timnas Bop Hippy, Senin (19/12) di Jakarta. Namun pemanggilan Hanafing memang sarat kejanggalan. Mengingat Bob menandaskan hanya memanggil pelatih yang menangani klub di Indonesian Primer League (IPL) dan klub lain yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan juga memberi kesempatan pelatih yang belum menangani klub. Artinya seleksi pelatih itu tertutup untuk pelatih klub yang berkompetisi dibawah PT Liga Indonesia (LI).

Padahal Hanafing saat ini menangani PSIM yang memilih berkompetisi di bawah PT LI. Hanafing sendiri saat ini tengah berada di Thailand mengikuti kursus instruktur pelatih, dan dijadwalkan baru tiba kembali di tanah air, Kamis (22/12). “PSSI memang sering mengeluarkan keputusan yang lucu. Termasuk dalam pemanggilan pelatih ini. Dengan segala ketidakjelasan ini, kami tak akan melepas Hanafing,” tandas M Zein.

Zein lebih lanjut mempertanyakan kebijakan PSSI yang melarang pemain Indonesian Super League (ISL) memperkuat Timnas, dengan mengacu pada pasal 79 Statuta FIFA. “PSSI melintir pasal ini sebagai dasar pelarangan pemain ISL memperkuat Timnas. Padahal kalau diterjemahkan dengan benar, pasal itu tidak berisi larangan pemain ISL masuk Timnas. Karena klub-klub yang berkompetisi di ISL adalah klub anggota PSSI,” terangnya.

Lebih lanjut Zein menyatakan, secara garis besar pasal itu hanya melarang pemain dan tim anggota konfederasi dibawah FIFA melakukan kontak olahraga dengan pemain atau tim yang tidak berafiliasi dengan anggota konfederasi tanpa persetujuan FIFA. “Pemain-pemain klub ISL memang tidak berkompetisi di bawah PSSI. Namun mereka tetap merupakan pemain klub anggota PSSI. Jadi mereka tetap boleh memperkuat Timnas. Kecuali jika mereka memperkuat klub yang bukan anggota PSSI. Dan untuk mengeluarkan klub dari anggota PSSI harus melalui kongres,” tandasnya.

Zein mencontohkan di negara Vietnam, klub-klub juga menggelar kompetisi sendiri di luar federasi sepakbola di negaranya. Bedanya kalau di Vietnam kompetisi ini mendapat restu dari federasinya. Ditambahkan Zein, dinamika yang tengah terjadi sekarang, termasuk adanya desakan sebagian besar anggota PSSI untuk menggelar KLB, tidak akan mempengaruhi konsentrasi PSIM dalam mengikuti kompetisi. “Biar itu urusan mereka, PSIM tetap fokus untuk mengikuti kompetisi,” tegasnya.

Sementara itu asisten pelatih PSIM Maman Durachman menyatakan, dengan adanya kemungkinan perubahan jadwal menyusul bertambahnya jumlah peserta, pihaknya akan mendesain ulang program latihan. Namun pihaknya masih menunggu keluarnya jadwal baru.



Sumber : KR

Jogja siap jadi tuan rumah KLB PSSI


JOGJA—Desakan kuat digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk mengatasi karut marutnya permasalahan persepakbolaan di Indonesia, disambut positif publik bola Jogja.
Bahkan, Jogja siap dijadikan tuan rumah KLB yang memiliki agenda utama untuk melengserkan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin yang dianggap telah melakukan sejumlah pelanggaran Statuta PSSI itu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Harian Jogja Express beberapa waktu lalu, memang terdapat rencana dari sejumlah peserta rapat akbar bakal menggelar KLB di Kota Jogja. Sebagai langkah awal, rapat akbar perlu dilakukan untuk memantapkan langkah untuk mengkudeta kabinet Johar Arifin.
‘’Kalau untuk PSIM, jika nantinya Kota Jogja terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan KLB, kami siap. Lagian sarana dan prasarana untuk digelarnya KLB juga ada dan siap,” kata Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan kepada Harian Jogja, Senin (19/12).
Selain sarana dan prasarana yang siap, menilik dari sejarah PSSI, Kota Jogja memiliki arti penting bagi perkembangan pesepakbolaan Indonesia. Hanya kata Yoyok pihaknya tidak mengajukan diri sebagai tuan rumah jika KLB benar-benar dilaksanakan.
“Ya, kalau ditunjuk kami siap. Sejumlah persiapan awal pun akan kami lakukan setelah kami ditunjuk,” terang mantan GM PSIM 2005 itu.
Diakui Yoyok, saat ini sendiri rapat akbar sendiri baru  membentuk Komite Penyelamat Sepak bola Nasional (KPSN) yang diketuai Anggota Exco PSSI, Toni Apriliani. Tugas KPSN untuk mengawal tuntutan KLB yang disuarakan mayoritas anggota PSSI.  “Kalau kepastian KLB-nya sendiri kan sejauh ini juga belum jelas,” pungkas Yoyok.
Sumber : Lihat Disini

Minggu, 18 Desember 2011

PSIM Hendak Gelar Turnamen

Yogya - PSIM Yogya berencana menggelar turnamen untuk memanfaatkan waktu istirahat yang cukup panjang, sebelum menjamu Persih Tembilahan dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama PT Liga Indonesia (LI) yang dijadwalkan 3 Januari tahun depan.

Direktur Utama PT PSIM Jogja Yoyok Setiawan SE menyatakan, sudah ada tiga klub yang bersedia ambil bagian, yakni Persitara Jakarta Utara, Persigo Gorontalo dan Barito Putra. "Turnamen direncanakan hanya diikuti empat tim dengan sistem gugur. Jadi setiap tim hanya bertanding dua kali. Waktu pelaksanaan pada akhir bulan ini," terangnya saat dihubungi KR, Jumat (16/12).

Sementara itu Direktur Utama PT Nirwana Persada Indonesia (NPI) Muhammad Zein menilai, penampilan PSIM Yogya di laga pembuka Kompetisi Divisi Utama 2011-2012 sudah bagus. Meski hanya bermain imbang 1-1 denga Persita Tangerang, materi pemain dinilai sudah mencukupi dan tidak perlu menambah lagi.

"Dengan jeda kompetisi yang cukup panjang, penampilan PSIM sudah bagus. Meski masih ada beberapa yang harus dibenahi. Sedang materi pemain, untuk kelas divisi utama saya kira sudah mencukupi. Tinggal mengoptimalkan saja," ungkap Zein saat dihubungi KR, Jumat (16/12) kemarin.

Zein melihat, para pemain PSIM masih terlalu banyak melakukan pelanggaran di daerah pertahanan sendiri. Sehingga memberi kesempatan lawan untuk mendapatkan peluang mencetak gol. Apalagi pelanggaran dilakukan pada waktu-waktu rawan seperti saat menjamu Persita. Ketika itu pemain PSIM melakukan pelanggaran di menit-menit terakhir hingga mampu dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol balasan.

"Bisa dibilang PSIM masih bermain ceroboh dengan banyak melakukan pelanggaran di daerah sendiri. Ini yang harus dikurangi untuk meminimalkan lawan mencetak gol," imbuhnya.

Mantan anggota Komite Eksekutif  PSSI itu menilai pemain asing belum begitu padu dengan tim karena baru dua hari bergabung. Diharapkan pada laga kedua menjamu Persih Tembilahan, 3 Januari tahun depan, mereka sudah lebih padu.

Sementara itu asisten pelatih PSIM Maman Durachman menyatakan, seusai menghadapi Persita, para pemainnya diliburkan sehari kemarin. Abda Ali dkk kembali menjalani latihan pagi ini di Stadion Mandala Krida, Sebelum terjun di laga kedua kompetisi, PSIM berencana menggelar turnamen yang diikuti oleh 4 tim.

Sumber : KR

Jadwal Terbaru PSIM Jogja

Putaran 1 :
  • Kamis 5 Desember 2011   ( PSIM vs Persita )
  • Selasa 3 Januari 2012        ( PSIM vs Persih )
  • Kamis 12 Januari 2012      ( PSGL vs PSIM )
  • Senin 30 Januari 2012       ( PSIM vs Persebaya )
  • Minggu 5 Februari 2012    ( PSIM vs PS Bengkulu )
  • Jumat 10 Februari 2012     ( PSIM vs Persitara )
  • Kamis 1 Maret 2012         ( Persip vs PSIM )
  • Selasa 6 Maret 2012         ( Persitema vs PSIM )
  • Senin 12 Maret 2012         ( PSIM vs Persiku )
  • Jumat 16 Maret 2012        ( PSIM vs Persis )

Putaran 2 :
  • Sabtu 31 Maret 2012         ( Persiku vs PSIM )
  • Rabu 4 April 2012             ( Persis vs PSIM )
  • Kamis 12 April 2012          ( PSIM vs Persip )
  • Senin 16 April 2012           ( PSIM vs Persitema )
  • Kamis 3 Mei 2012             ( PS Bengkulu vs PSIM )
  • Senin 7 Mei 2012              ( Persitara vs PSIM )
  • Jumat 18 Mei 2012            ( Persebaya vs PSIM )
  • Senin 28 Mei 2012             ( PSIM vs PSGL )
  • Rabu 13 Juni 2012             ( Persita vs PSIM )
  • Minggu 17 Juni 2012          ( Persih vs PSIM )