Selasa, 03 April 2012

Tim Diangkut Truk Dalmas Polres

SOLO - Para punggawa PSIM mendapat pengalaman menarik saat bertandang ke Stadion Manahan Solo, Selasa (3/4/2012). Nova Zaenal cs terpaksa naik mobil pasukan Dalmas Polres Surakarta untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.

Hal itu terjadi lantaran anak-anak Laskar Mataram mendapat aksi teror dan provokasi dari suporter tuan rumah. Saat uji coba lapangan, para suporter melempari mereka dengan batu serta menjarah barang bawaan pemain

"Kami tak berani kembali ke hotel naik bis lagi, daripada nanti di jalan dilempari lagi kan bisa gawat," terang sang pelatih PSIM, Hanafing.

Pelatih berlisensi A AFC itupun menuturkan, dirinya memang memutuskan untuk menunggu aparat kepolisian datang menjemput mereka di lapangan. Pasalnya, saat kejadian, tak ada tim keamanan yang disiagakan pihak panpel ketika mereka melakukan uji coba lapangan Manahan.

"Setelah polisi datang baru kami kembali hotel, kami akhirnya ikut mobil Dalmas, demi keamanan," lanjutnya.

Sumber : Lihat Disini

Pemain PSIM Dilempari Batu

SOLO - Para punggawa PSIM langsung mendapat sambutan panas dari suporter Persis Solo yang disebut Pasoepati. Para suporter melakukan aksi provokasi berupa pelemparan batu pada pemain dan ofisial tim PSIM yang tengah melakukan uji coba lapangan di Stadion Manahan Solo, Selasa (3/4/2012).

Pelatih PSIM, Hanafing, saat dihubungi, mengatakan para suporter tuan rumah langsung masuk ke dalam lapangan saat Nova Zaenal cs memulai latihan. Mereka pun langsung melempari punggawa PSIM dengan batu dan sejumlah benda keras.

"Kami langsung lari ke sisi lapangan karena suporter sudah mulai brutal," terang Hanafing.

Ia mengaku tak habis pikir suporter telah melakukan aksi provokatif, padahal laga belum digelar. Ia pun juga menyayangkan minimnya pengamanan di Stadion Manahan saat anak asuhnya menjalani sesi uji coba lapangan.

"Sama sekali ngga ada pengamanan, makanya kami akhirnya tak bisa uji coba lapangan karena terus dilempari batu oleh suporter," lanjut Hanafing.

Sumber : Lihat Disini

Tas Pemain PSIM Dijarah Suporter Persis

SOLO - Para punggawa PSIM Yogya tak hanya menerima aksi pelemparan batu dari suporter Persis Solo, Selasa (3/4/2012). Para suporter yang menamakan diri Pasoepati tersebut juga menjarah sejumlah tas, termasuk barang-barang bawaan pemain PSIM yang berada di sisi lapangan.

Hal itu dikatakan oleh pelatih PSIM, Hanafing, Selasa (3/4/2012) sore. Ia menuturkan, sejumlah barang-barang para pemain raib dijarah oleh para suporter tim tuan rumah.

"Awalnya mereka melempari kami saat uji coba lapangan, lalu mereka mendekati tas pemain dan mengambil beberapa barang di dalamnya,"terang Hanafing.

Ia mengatakan barang bawaan pemain seperti sepatu, sendal hingga kaos dan baju ganti Nova Zaenal cs raib digondol para suporter. Hanafing sendiri mengaku tak habis pikir dengan ulah tak terpuji suporter Persis tersebut.

"Masa kita belum main sudah diperlakukan kayak gini, kan tidak masuk akal," tuturnya.

Sumber : Lihat Disini

Persis Vs PSIM Digelar Tanpa Penonton

SOLO - PSIM Yogyakarta akan menghadapi Persis Solo pada lanjutan kompetisi divisi utama, Rabu (4/4/2012) besok sore. Pertandingan dihelat di markas Persis Solo, Stadion Manahan.

Namun berdasarkan informasi yang didapat, laga tersebut tertutup dan akan digelar tanpa penonton. Meski demikian, para pendukung Persis dan PSIM dapat menyaksikannya melalui layar kaca, karena pertandingan itu akan disiarkan secara langsung oleh Anteve.

"Tadi dari pihak panitia pelaksana (Panpel) Persis mengatakan seperti itu, jadi saya harap juga suporter PSIM tak usah datang ke Solo, daripada nanti percuma karena tak akan diizinkan masuk stadion," terang seorang ofisial tim PSIM kepada Tribunjogja.com.

Sumber : Lihat Disini

Senin, 02 April 2012

Lawan Persis, PSIM Tak Banyak Rotasi

JOGJA—Pelatih PSIM Hanafing memastikan tidak akan banyak mengubah susunan pemain jelang laga melawan tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Rabu (4/4).

Pelatih berlisensi A AFC itu mengaku hanya akan  membawa Reinhard untuk menggantikan Topas Pamungkas yang terkena akumulasi kartu.

“Absennya Topas, enggak akan berpengaruh. Di posisi tersebut masih ada M Romlih dan Dean Fauzi. Mungkin saya akan tambah Reinhard nanti,” katanya, Minggu (1/4) di Wisma PSIM.

Terkait dengan dibawanya Reinhard, eks pelatih PSIS Semarang dan PSM Makassar itu mengaku keberadaan penyerang yang telah mencetak dua gol itu bisa dimaksimalkan saat melawan Laskar Samber Nyawa. Di laga melawan Persiku, Hanafing mengungkapkan dirinya memang membawa Linkers dan Lakman Salan. Keduanya dinilai sudah cukup maksimal, dan untuk meraih target menang, maka dilaga kali ini pihaknya akan menambah penyerang.

“Lakman kemarin sudah lumayan. Apalagi nanti ada Reinhard,” terangnya.

Sementara berdasarkan matrik dan perkiraan yang dilakukan Hanafing, PSIM harus meraih kemenangan atas Persis Solo. Tak hanya itu, pihaknya juga harus mencari kemenangan di beberapa laga tandang, untuk mengejar target minimal 16 poin di putaran kedua.

“Berdasarkan susunan matrik yang saya buat, target awal di putaran pertama adalah 20, dengan perkiraan di akhir kompetisi kami meraih 44 poin. jika meleset, 16 poin di putaran kedua tidak masalah, nantinya kan poin total menjadi 40. Jadi kami aman dan bisa lolos babak delapan besar,” pungkasnya.

Sumber : Lihat Disini

Topas Sesalkan Provokasi Berlebihan Dari Suporter Persiku

YOGYA - Pemain belakang PSIM, Topas Pamungkas, menjadi korban pelemparan batu oleh suporter Persiku Kudus. Akibatnya, kepalanya mengalami luka lantaran terkena lemparan batu dari suporter tuan rumah.

Hal itu terjadi saat PSIM melakoni laga tandang kontra Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Sabtu (31/3/2012) kemarin. Ia pun menyesalkan tindakan provokatif yang dinilai sudah berlebihan tersebut.

"Saya sendiri ngga menyangka kenapa mereka (suporter, red) sampai segitunya, kami terima kalau kalah tapi jangan sampai seperti itu lah," terang Topas, Minggu (1/4/2012).

Akibat lemparan tersebut, Topas terpaksa ditandu keluar lapangan dan digantikan oleh M Romli di pertengahan babak kedua. Ia sendiri kurang mengetahui dari mana asalnya batu yang menghantam kepala bagian belakangnya tersebut.

"Tahu-tahu batu itu sudah mengenai saya, suporter memang terus melakukan teror pada kami," imbuhnya.

Sumber : Lihat Disini

Minggu, 01 April 2012

Persiku Kudus Patahkan Rekor PSIM

Tuan rumah Persiku Kudus dapat memenuhi ambisinya untuk mengalahkan PSIM Jogja sabtu (31/3) lalu. Kemenangan tersebut sekaligus mematahkan rekor PSIM, yang sepanjang putaran pertama tidak terkalahkan. Namun, kemenangan tersebut tidak merubah posisi PSIM yang memuncaki klasemen sementara grup 1 Divisi Utama LI 2011/2012.

Dalam pertandingan yang diselenggarakan di stadion Wergu Wetan Kudus kemarin, PSIM dipaksa menelan kekalahan perdananya. Pada pertandingan tersebut tim parang biru yang turun dengan kekuatan terbaiknya justru tampil sangat defensif dengan hanya mengandalkan serangan balik. Tuan rumah Persiku Kudus dapat memanfaatkan kondisi tersebut. Tim Macan Muria langsung menghujani serangan, beberapa kali pertahanan PSIM direpotkan oleh serangan Persiku. Pada menit ke 27 memanfaat situasi kemelut didepan gawang PSIM, Alejandro Tobar dapat mengoyak jala gawang yang dijaga Agung Prasetyo. Gol tersebut terjadi karena kelengahan pemain PSIM dalam membaca pergerakan Tobar. Pada babak pertama PSIM yang hanya mengandalkan serangan balik tidak memiliki peluang. Hanya pada pertengahan babak pertama Linkers dijatuhkan di kotak pinalti, tetapi wasit Suwandi tidak menunjuk titik putih.

Pada babak kedua para punggawa PSIM dikejutkan oleh gol Peter Kuoh ketika babak kedua baru berjalan 2 menit. Lagi – lagi gol berawal dari kemelut di depan gawang PSIM. Kebobolan 2 gol justru membuat permainan PSIM semakin berkembang dan terus menghujani Persiku dengan serangan dari kedua sayap. Namun, hingga wasit meniupkan peluit akhir kedudukan tidak berubah. Pada awal babak kedua PSIM sebenarnya memiliki peluang emas, tetapi sundulan Kristian Adelmund masih menerpa mistar gawang.

Pada menit 80 sempat terjadi insiden ketika Topas Pamungkas harus tergeletak setelah terkena lemparan batu oleh oknum suporter Persiku. Topas yang tidak dapat melanjutkan pertandingan kemudian digantikan oleh Romli. Hal tersebut tentu sangat mencoreng tuan rumah Persiku Kudus.

Menanggapi kekalahan tersebut Hanafing beranggapan bahwa teror dari kubu tuan rumah dan wasit sebagai biang kekalahan PSIM. “Tidak masalah kalah, asal pertandingan berjalan fair. Lihat tadi kita dapat teror dari penonton dan wasit.” Tegas Hanafing seusai pertandingan. Tetapi mantan pelatih PSIS tersebut mengaku akan segera fokus untuk menghadapi laga tandang selanjutnya melawan Persis rabu 4/4 mendatang. “Pertandingan di Kudus kondisinya sangat sulit, kita akan fokus untuk meraih poin penuh di Solo.” Ucap mantan punggawa Timnas Indonesia tersebut.

Sumber : Lihat Disini