Minggu, 13 Mei 2012

Gaji Belum Cair, Pemain PSIM Ogah Latihan

YOGYA - Belum dibayarnya gaji, bonus serta tidak dikirim katering jatah makanan pemain PSIM Mataram, membuat pemain berkesepakatan ogah latihan fisik Sabtu (12/5) dan melakoni uji coba yang dijadwalkan Minggu (13/5).

Kesepakatan 29 pemain, yang menghuni Wisma Parang Biru menurut mereka sebagai bukti kecintaan terhadap tim di mana sudah aman menapaki zona delapan besar tapi justru tidak ada imbal baliknya dari jajaran manajemen.

Mereka menolak, jika aksi yang dilakukan sebagai pemogokan para pemain yang dikoordinir oleh satu dua orang saja melainkan kolektif kesepakatan seluruh pemain yang ada.

Pemain, memisalkan pada Jumat (11/5) saat katering tidak datang, Manajemen Teknik, Dwi Irianto, yang sering datang ke mess langsung membayari seluruh biaya makan di warung yang terletak di depan wisma.

"Kami sudah lelah diperlakukan seperti ini," kata pemain yang tidak mau disebut satu per satu, Sabtu (12/5/2012).

Sumber : Lihat Disini

Sabtu, 12 Mei 2012

Manajemen PSIM Telantarkan Nasib Pemain


YOGYA -- Afriyanto akhirnya memutuskan meninggalkan Wisma PSIM setelah kurang lebih satu setengah bulan berada di tempat tersebut. Ketidakjelasan sikap manajemen PSIM terkait nasibnya, membuat eks penjaga gawang Barito Putera tersebut tak bisa bersabar lebih lama.

"Saya sudah berkali-kali minta penjelasan dari manajemen, tapi tetap tak pernah ada jawaban. Saya enggak mau lah terus mengemis," tegasnya saat dihubungi, Jumat (11/5).

Ia mengaku tak habis pikir terhadap manajemen PSIM menggantungkan nasibnya begitu lama. Menurutnya, jika memang Laskar Mataram tak membutuhkan jasanya, seharusnya segera disampaikan.

Penjaga gawang yang juga sempat berkostum Persebaya ini mengatakan, selama hampir dua bulan di Wisma PSIM, ia tak mendapat penghasilan apapun. Status tak pasti membuatnya tak berhak mendapat gaji atau bonus layaknya pemain lain.

"Saya kan juga butuh biaya hidup. Tapi selama mengikuti latihan di sana (PSIM), sama sekali tak ada," lanjutnya.

Afri menuturkan, namanya memang telah sempat didaftarkan manajemen ke PT Liga Indonesia pada pertengahan April lalu. Namun, namanya tak tercantum pada daftar pemain yang dirilis penyelenggara kompetisi Liga Indonesia tersebut, lantaran belum ada draf pengesahan kontrak.

Ia pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat, awal Mei lalu. Meski demikian, dirinya mengaku tetap siap apabila PSIM masih membutuhkan jasanya dan memanggilnya kembali ke Yogyakarta.

"Tak ada perasaan dendam sedikitpun. Saya sudah pamit dan sampaikan ke pelatih bahwa saya bersedia kalau memang dipanggil," katanya.

Arsitek PSIM, Hanafing, mengatakan dirinya tak bisa berbuat banyak terkait nasib Afri. Menurutnya, itu di luar kewenangannya menentukan nasib dan kontrak pemain.

Sumber : Lihat Disini

Jumat, 11 Mei 2012

Persebaya & Persita Ancaman Utama PSIM

JOGJA—Dari empat laga sisa yang harus dilakoni PSIM, setidaknya ada dua laga krusial yakni laga kontra Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang.

Pelatih PSIM Hanafing, Kamis (10/5) mengakui, kedua klub tersebut adalah pesaing utama PSIM di Grup 1 Divisi II Liga Indonesia tahun ini. Menurut dia, pertandingan kontra Persebaya 17 Mei mendatang di Surabaya merupakan salah satu tolok ukur penentuan peringkat PSIM di klasemen Grup 1.

Namun, Hanafing mengaku optimistis bisa mencuri poin pada laga itu. Pasalnya, meski baru saja menuai hasil buruk pada dua laga tandang terakhir mereka yakni ketika dikalahkan PS Bengkulu 0-3 dan oleh Persitara 0-1, namun hal itu tak membuat anak asuhnya kehilangan motivasi ketika harus bertandang ke kandang Persebaya.

Pelatih berlisensi A AFC tersebut mengakui dengan kembali lengkapnya skuatnya pasca-dua laga tandang terakhir membuat dirinya optimistis.

Sebelumnya PSIM harus kehilangan beberapa pemain andalan, seperti Eko Budi Santosa, Topas Pamungkas, Agung Prasetya dan Dulsan Lestaluhu. ”Kini semuanya itu siap tampil,” ujarnya.

Saat ini, posisi PSIM masih berada di peringkat kedua dengan raihan 31 poin di bawah Persebaya Surabaya dengan jumlah poin yang sama.

Sementara Persita Tangerang berada di urutan ketiga dengan raihan poin 28 poin. Persita baru melakoni 14 pertandingan, sedangkan PSIM dan Persebaya sudah melakoni 16 pertandingan. ”Dengan masih menyimpan dua pertandingan, inilah yang harus kami waspadai dari Persita,” ucapnya.

Sumber : Lihat Disini

Bonus Kemenangan Pemain PSIM Belum Diberikan

YOGYA -- Bonus kemenangan yang seharusnya sudah diberikan kepada punggawa PSIM Yogya, sampai saat ini belum dicairkan. Banyak rencana pemain memanfaatkan bonus itu terpaksa ditunda.

Wing back Tulus Saptianto mengatakan, renovasi rumah di kampung halamannya, Teras, Boyolali, terpaksa untuk sementara terhenti, lantaran belum adanya uang tambahan itu. Rumah tersebut, aku Tulus, disiapkan untuk calon istri dan tempat menginap saudara-saudara yang datang dari jauh ketika mudik ke Teras, Boyolali.

"Mau gimana lagi. Ya sementara berhenti dulu, sampai bonus itu ada," lontar Tulus.

Eko Budi Santosa mengaku bonus kemenangan tersebut sejatinya akan digunakan untuk kebutuhan anak istri. Namun, lantaran bonus tersebut macet, keperluan rumah tangganya itu ia andalkan dari gaji bulanan, untuk bulan Mei ini gajinya juga belum diberikan.

Ia tetap berharap, bonus yang dijanjikan manajemen segera diberikan kepada pemain, karena keuangan rumah tangga pemain asal Bawang, Kabupaten Batang, Jateng, terganggu.

"Saya kan satu-satunya tulang punggung keluarga, kalau belum diberikan terpaksa rencana-rencana yang sudah ada jadi mundur," tutur pemain yang biasa disapa Eko 'Kancil', Kamis (10/5/2012). 

Jumlah bonus yang diberikan, bisa dibilang lumayan di mana setiap pemain starting eleven mendapatkan Rp 3 juta (menang) dan Rp 1,5 juta saat hanya bermain seri pada laga tandang.

Untuk pemain cadangan, jika tim menang tandang akan menerima Rp 1,5 juta dan Rp 750 ribu,  jika seri.

Sementara jika bermain di Stadion Mandala Krida, 11 pemain inti akan mendapat Rp 1,5 juta, cadangan menerima separohnya atau Rp 750 ribu.

Sumber : Lihat Disini

Kamis, 10 Mei 2012

PSIM Melempem di Laga Tandang

JOGJA—Hasil laga tandang PSIM dinilai belum optimal. Pasalnya, Laskar Mataram hanya memperoleh delapan poin saja.

Berdasarkan kondisi itu, pelatih PSIM Hanafing bakal segera melakukan evaluasi. Hanafing mengatakan, dari tujuh laga tandang, Nova Zaenal dan kawan-kawan hanya meraih dua kemenangan dan dua hasil seri saja. ”Sedangkan kekalahan kami derita tiga kali,” ujarnya, Rabu (9/5) .

Namun, pelatih berlisensi A AFC tersebut tetap mengaku puas dengan hasil tersebut.

Beberapa evaluasi yang akan digelar di antaranya adalah mental pemain saat bermain di kandang lawan. Hanafing mengakui, dari sejumlah laga tandang, khususnya yang tak mampu dimaksimalkan oleh PSIM, faktor lapangan dan tekanan suporter lawan memang menjadi penyebab terbesar tidak maksimalnya penampilan anak asuhnya di kandang lawan.

”Itulah, kami memang fokus pada perbaikan kualitas mental saat bertandang di kandang lawan. Bagaimana mereka mengontrol emosi, dan tetap fokus pada permainan,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga terkendala oleh kualitas pemain pelapis yang tidak sebanding dengan pemain utama. Sehingga, jika beberapa pemain inti tak bisa dimainkan baik lantaran cedera maupun hukuman akumulasi kartu, strategi dan permainan tim menjadi terganggu akibat kualitas pemain lapis kedua yang jauh berada di bawah pemain inti.

Sumber : Lihat Disini

Rabu, 09 Mei 2012

PSIM Sudah Capai Target

JOGJA—Pelatih PSIM, Hanafing mengaku tidak khawatir meski puncak klasemen Grup 1 Divisi Utama Liga Indonesia kini diduduki Persebaya. Ia menegaskan, target PSIM sejak awal adalah lolos ke babak delapan besar

”Dan sekarang posisi kami sudah aman. Kami tidak menargetkan juara grup,” ujarnya, Selasa (8/5).

Dengan koleksi 31 poin, praktis PSIM sudah mengamankan posisinya di babak delapan besar. Bagi Hanafing, empat sisa laga terakhir, hanya merupakan semacam try out untuk anak asuhnya.

Pada empat laga terakhir, PSIM berada dalam kondisi sulit, lantaran tercatat hanya satu kalibertindak sebagai tuan rumah, yakni saat menjamu PSGL Gayo Lues 28 Mei mendatang.

Adapun tiga laga tandang yang harus dilakoni PSIM adalah melawan Persebaya Surabaya pada 18 Mei, menghadapi Persita Tangerang pada 13 Juni, dan pertandingan terakhir menghadapi Persih Tembilahan pada 17 Juni.

Sumber : Lihat Disini

Selasa, 08 Mei 2012

Tertekan di Puncak Klasemen

JAKARTA—PSIM kembali kalah dalam laga tandang. Setelah dikalahkan 3-0 oleh PS Bengkulu, PSIM kembali harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Tugu Jakarta Utara, Senin (7/5).

Pelatih PSIM, Hanafing mengakui, upaya  PSIM untuk menggapai puncak klasemen cukup berat mengingat mereka harus bertandang ke Surabaya meladeni Persebaya pada laga berikutnya.

PSIM kalah dengan skor 1-0 dalam lanjutan laga Divisi Utama Liga Indonesia grup 1. Seperti telah diprediksikan sebelumnya, di depan ribuan pendukung tim tuan rumah, Nova Zaenal dan kawan-kawan kesulitan untuk mengembangkan permainan. Selain lantaran buruknya kondisi lapangan, kondisi mental mereka pun tengah jatuh usai kalah dengan skor telak 3-0 oleh PS Bengkulu tiga hari sebelumnya.

Di babak pertama, praktis tim tuan rumah mendominasi pertandingan. Serangan demi serangan mengalir ke lini pertahanan Laskar Mataram yang dikomandani oleh Abda Ali dan kawan-kawan. Beruntung, buruknya finishing lantaran absennya striker Persitara Muhammad Renggur, membuat jala gawang PSIM yang dijaga oleh Onni Kurniawan tersebut belum bergetar.

Bermain di luar form, pemain PSIM praktis hanya mengandalkan serangan-serangan balik dan kesalahan umpan dari anak asuhan Samsyul Bakhri tersebut.

Bahkan, parahnya, penyerang PSIM asal Belanda, Emile Linkers harus menerima kartu kuning yang menyebabkan dirinya tak dapat diturunkan saat PSIM dijamu Persebaya 18 Mei mendatang.

Di awal babak kedua, PSIM sebenarnya sudah mulai mencoba membangun serangan. Bahkan melihat kondisi lini pertahanan Laskar Si Pitung sudah mulai kelelahan, pelatih PSIM Hanafing kemudian menarik keluar Reinhard Rumeikewi yang mulai kelelahan.

Di pertengahan babak kedua, pemain asal Papua tersebut keluar digantikan oleh Lakman Salan yang dinilai juga memiliki kecepatan. Akan tetapi, lantaran tuan rumah yang memiliki motivasi berlipat dari dukungan ribuan suporternya, membuat permainan ofensif PSIM yang mulai terlihat pun menjadi sia-sia.

Di menit ke-81, pemain asal Brazil Adolfo Souza berhasil menjebol gawang Onni Kurniawan melalui sundulan kepala seusai menerima umpan crossing yang dilakukan oleh Firman Septian dari sisi kanan pertahanan PSIM.

Dengan hasil tersebut, Pelatih PSIM Hanafing mengaku kecewa. Terlebih di Bengkulu, tepatnya di Stadion Semarak Bengkulu, penghuni peringkat kedua dibawah PSIM, Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan tuan rumah PS Bengkulu dengan skor 2-0.

Praktis, posisi PSIM yang saat ini masih berada di puncak klasemen semakin terhimpit lantaran dengan kemenangan atas PS Bengkulu, poin Persebaya sama dengan PSIM yakni 31.

Dikatakannya, peluang PSIM sebagai pemuncak klasemen ditentukan pada laga selanjutnya, ketika timnya harus bertandang ke Surabaya. ”Itu pun sulit, karena kita akan kehilangan Linkers yang tadi terkena kartu kuning sehingga membuatnya terkena hukuman akumulasi kartu,” paparnya.

Adapun Syamsul Bakhri, pelatih Persitara mengaku, dengan kemenangan tersebut, pihaknya masih bisa membuka peluang untuk lolos ke delapan besar.

Saat ini, timnya tersebut bercokol di peringkat enam dengan 23 poin, berjarak hanya lima poin dari urutan ketiga, Persita Tangerang yang meraih 28 poin. ”Setidaknya di sisa laga, kami harus memaksimalkan setidaknya dua kali kemenangan,” ucapnya.

Itulah sebabnya, ia tetap menargetkan kemenangan saat timnya melawat di Gayo Lues, Aceh, untuk menghadapi PSGL.”Meski tandang, jika anak-anak bermain seperti dua partai kandang kami [melawan Persebaya dan PSIM], saya yakin, kami bisa raih poin penuh di sana,” tegasnya.

Sumber : Lihat Disini