Rabu, 23 November 2011

Suporter tak akur, program PSIM terancam berantakan


JOGJA—Konflik yang tak kunjung mereda antara kedua kelompok suporter PSIM, membuat kesal pelatih PSIM Hanafing. Pasalnya, bentrok yang selalu terjadi dipastikan bakal mengancam program yang telah dirancang pelatih berlisensi AAFC itu.

"Batalnya laga uji coba melawan Persiba Balikpapan terus terang membuat saya kecewa. Rencana saya untuk bisa menguji kemampuan anak-anak dengan tim yang berada satu tingkat di atas kami gagal. Kapan lagi kami bisa mencoba dengan tim sekelas mereka," kata mantan pelatih PSIS Semarang dan PSM Makassar itu kepadaHarian Jogja, di sela-sela latihan di Stadion Mandala Krida, Selasa (22/11). 

Untuk mengisi kekosongan yang ada, mantan pemain Timnas itu mengaku terpaksa harus mengganti laga uji coba dengan latihan game. 

Ke depan, Hanafing berharap manajemen serius untuk segera menyelesaikan konflik yang terjadi antar kedua kelompok suporter. Penyelesaian konflik sendiri, tambah dia harus segera diselesaikan dalam waktu dekat. 

Apabila tidak bisa diselesaikan, besar kemungkinan sejumlah program uji coba yang telah dijadwalkan bakal terganggu. Apalagi jika persoalan yang sama tetap dibiarkan hingga kompetisi, dipastikan tim asuhannya bakal terganggu. 

"Kami memang masih ada satu uji coba Jumat (25/11) melawan tim Pra PON Kaltim. Saya berharap laga itu tidak batal karena permasalahan yang sama," ucap mantan pemain Persegres itu. 

Mengenai penampilan Reinaldi Sembiring yang kemarin sudah mulai terlihat mengikuti latihan, Hanafing mengaku belum bisa menilai. "Dia [Reinaldi, eks striker PSMS medan] itu akan terus saya pantau," ungkapnya. 

Adapun pelatih Pra PON Kaltim, Rudi William Keltjes mengaku laga uji coba dengan Abda Ali dan kawan-kawan tetap akan digelar. Dalam laga uji coba nantinya mantan pelatih Persebaya itu ingin melihat sejauh mana ketahanan dan peningkatan fisik anak asuhnya. 

"Jadi. Di laga ini saya hanya akan melihat sejauh mana fisik anak-anak," ucap mantan pelatih PSS Sleman itu.
Terpisah, Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan mengaku saat ini manajemen terus berupaya untuk mempertemukan kedua kelompok suporter PSIM. "Nanti Pak Kamto [Sukamto, wakil ketua Panpel PSIM] yang bakal menangani. Rencananya beliau bakal melaksanakan beberapa program terkait dengan suporter. Mungkin usai dari Jakarta," jelas Yoyok.

Sumber : Lihat Disini

PSIM Pindah Grup


JOGJA—Keinginan PSIM untuk pindah grup dalam kompetisi mendatang terwujud. Sayangnya, adanya perubahan grup, yang dilakukan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), akibat jumlah klub berkurang, menjadikan PSIM justru bakal semakin jauh melakoni pertandingan.

Secara mengejutkan, PT LPIS menyodorkan perubahan grup dalam workshop kompetisi 2011-2012 di Jakarta. Alasannya, tidak terpenuhinya kuota kepesertaan dari 47 klub yang awalnya dirancang mengikuti kompetisi. Namun, dalam perkembangannya hanya 33 klub yang mendaftarkan diri. Akibatnya Divisi Utama hanya dibagi menjadi tiga grup.
PSIM yang semula berada di Grup III bersama dengan sejumlah tim Divisi Utama asal Jawa Timur harus rela bergeser ke grup I.

PSIM bakal berada satu grup dengan Persis Solo yang awalnya berada di Grup II, berpindah ke Grup I. Tak hanya itu PSIM juga berada satu grup dengan PSLS Lhoksumawe, PSBL Langsa, PS Bengkulu, Persitara Jakarta Utara, Persikabo Bogor, Persikab Kabupaten Bandung, PSSB Biruen, Pro Duta FC, dan Persih Tembilahan.

Di Grup II justru tidak banyak perubahan. PSS tetap berada di Grup II, bersama dengan PSCS Cilacap, PPSM Magelang, Barito Putra FC, Persikota Tangerang, PSIS Semarang, PSIR Rembang, Persepar Palangkaraya, Persipasi Bekasi, Persiku Kudus, dan Persip Kota Pekalongan.

Grup III diisi Persiram Raja Ampat, Perseman Manokwari, PSBS Biak, KSB Sumbawa Barat, Persires Rengat, Persik Kediri, Madiun Putra FC, Persipro Probolinggo, PSBI Blitar, Persiwangi Banyuwangi, dan Persid Jember. Salah satu tim yang juga asal Jawa Tengah, yakni Persitema Temanggung tidak terlihat dalam daftar itu.

Direktur PT PSIM, Yoyok Setyawan yang dikonfirmasi Harian Jogja Express mengaku kaget dengan adanya kabar perubahan grup tersebut. Yoyok yang baru datang ke tempat pertemuan kemarin malam mengaku belum mendapat pemberitahuan adanya perubahan itu.

“Harusnya kalau ada perubahan jangan panpel [panitia pertandingan laga home] yang diajak berembug. Harusnya PT LPIS mengajak manajemen klub. Kami dapat undangannya adalah workshop yang lebih menitikberatkan pada kinerja Panpel, kok jadinya seperti ini,” terang mantan GM PSIM 2005 itu.

Yoyok menandaskan jika perubahan itu jelas diterapkan, dipastikan PSIM akan mengajukan keberatan. Pasalnya PT LPIS dianggap sudah tidak konsisten dengan sistem dan format kompetisi seperti pada saat manajer meeting pertama.
“Ini justru memperlihatkan kalau mereka tidak konsisten. Dan bagi kami sangat berat jika tetap harus mengikuti grup ini. Kami harus bertandang ke Aceh dan beberapa klub Sumatera,” ucapnya.

Sumber : Lihat Disini

Renaldi Adu Peluang Striker PSIM


YOGYA - Setelah kehilangan dua striker, Yahya Sosomar dan Elthon Maran, PSIM kembali mendatangkan seorang striker asal PSMS Medan. Renaldi Sembiring, nama pemain tersebut, telah datang di Yogyakarta pada Selasa (22/11/2011) pagi tadi.

Menurut pelatih PSIM, Hanafing, ia tetap akan memantau permainan penyerang baru tersebut pada latihan Rabu besok. Ia berharap, pemain yang baru datang tersebut memiliki kualitas seperti yang ia inginkan. "Tentunya kami juga tidak mau membeli kucing dalam karung, saya tetap akan lihat dulu permainannya," kata Hanafing.

Mantan pelatih PSIS Semarang tersebut menambahkan dirinya saat ini memang tengah mencari striker tambahan. Nama Renaldi Sembiring pun ia dapatkan dari seorang rekannya di PSMS Medan yang menawarkan sang pemain tersebut pada Hanafing. "Saya harap dia memang pemain berkualitas dan punya naluri gol yang baik," kata pria asal Makassar ini.



Sumber : Lihat Disini

Selasa, 22 November 2011

Laga PSIM vs Persiba Balikpapan Batal

Yogya - Keinginan pelatih PSIM Hanafing untuk kembali menjajal tim Persiba Balikpapan, di Stadion Mandala Krida, Rabu (23/11) sore pupus sudah.
Rencana uji coba yang digelar melawan tim berjuluk Beruang Madu itu batal digelar setelah mempertimbangkan faktor keamanan. “Uji coba batal. Kondisi keamanan tidak memungkinkan. Apalagi saat ini Panpel semuanya ke Jakarta untuk mengikuti manajer meeting yang digelar PT LPIS,” kata Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan kepada Harian Jogja di Wisma PSIM, Senin (21/11).


Apa yang diungkapkan mantan GM PSIM 2005 itu tentu bukan tanpa alasan. Laskar Mataram masih terus memperhitungkan masalah keamanan. Selain itu, alasan lain yang memperkuat dibatalkannya rencana uji coba itu adalah faktor cuaca.
Kemungkinan turunnya hujan yang berdampak pada banjirnya lapangan di Stadion Mandala Krida bisa menjadi petaka sendiri bagi PSIM. Karena di laga uji coba melawan Persiraja Banda Aceh, batal karena permasalahan cuaca.


Di sisi lain, setelah laga uji coba yang dilakukan PSIM melawan MAS terjadi bentrokan antar dua kelompok suporter dan menyebabkan pihak kepolisian melakukan warning keras kepada manajemen. Laga uji coba boleh digelar asal ada pemberitahuan kepada pihak Poltabes Jogja.


“Kami juga tidak ingin terjadi permasalahan yang sama. Kok bisa-bisanya mereka bersaudara bentrok,” tambah pelatih PSIM, Hanafing terpisah. 


Diungkapkan Hanafing laga uji coba melawan anak asuh Haryadi sebenarnya memang telah diprogramkan pihaknya. Rencananya Abda Ali CS bakal dilihat peningkatan penampilan usai menjalani latihan fisik selama sepekan.


Uji coba rencananya bakal digelar sore hari, namun dengan pertimbangan keamanan dan juga cuaca laga itu batal digelar. Selain itu alternatif kedua dengan menggelar laga di pagi hari pun juga batal digelar, menyusul mepetnya laga yang telah dijalani Persiba.


Beruang Madu sendiri dipastikan menggelar laga uji coba melawan PSS, di Stadion Maguwoharjo, Selasa (22/11) sore.
“Kalau pagi jelas pihak mereka keberatan karena Selasa mereka main dengan PSS, jadi mungkin nanti Rabu anak-anak akan tetap latihan game. Nanti kami bagi jadi dua tim. Tim A bakal melawan tim B,” ucap Hanafing.


Adapun manajer Persiba Balikpapan, Jamal Alrasyid yang dikonfirmasi terpisah mengaku laga melawan PSIM dipastikan batal digelar. Diceritakannya, awalnya pihaknya memang ingin melihat perkembangan Aldo Bareto CS saat melakoni tiga pertandingan di rangkaian tur ke Jogja. 


“Kami memang ada rencana melawan PSIM, setelah kami melawan PPSM Sakti Magelang dan PSS. Kalau laga digelar pagi hari kami jelas keberatan karena Selasa (22/11) sore kami main dengan PSS,” pungkas Jamal.

Sumber : Lihat Disini

Senin, 21 November 2011

PSIM Pastikan Kedatangan Tiga Pemain Asing

Yogya - Manajemen PSIM memastikan tiga pemain asing yang bakal memperkuat Laskar Mataram demi mengejar target promosi ke level tertinggi merapat pekan ini. 

Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran sejumlah pihak termasuk pelatih PSIM Hanafing menyusul belum merapatnya legiun asing bakal. Pasalnya, jika terlalu mepet bergabung dikhawatirkan pemain asing itu justru akan  mengganggu penampilan Abda Ali dan kawan-kawan. 

Adapun tiga pemain yang bakal didatangkan itu adalah dua pemain asal Belanda dan satu asal Slovenia. "Kemarin mendapat kabar mereka bakal datang minggu depan. Kami pun telah diminta untuk mencarikan kontrakan untuk mereka. Dan kami harapkan hal ini bisa menjawab semua pertanyaan yang selama ini berkembang," kata Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan, kepadaHarian Jogja, Minggu (20/11). 

Diakui Yoyok mendatangkan pemain asing di skuat PSIM sepenuhnya menjadi kewenangan pihak PT NPI. Sejauh ini perusahaan tersebut telah berkomitmen untuk membantu pembiayaan PSIM di musim ini, selain membiayai tiga pemain asing yang bakal direkrut. 

"Masalah pemain asing, menjadi tanggung jawab PT NPI. Saat ini saya berharap pelatih bisa memaksimalkan pemain yang ada baik dalam sesi latihan maupun uji coba," harap mantan GM PSIM 2005 itu. 

Sebelumnya pelatih PSIM khawatir mepetnya kedatangan pemain asing bisa memengaruhi tim. Pasalnya, pemain asing yang didatangkan belum pernah bermain di Indonesia, sehingga diperlukan waktu untuk adaptasi dan penyesuaian dengan pemain lain. 

“Harusnya pemain asing sudah mulai bergabung dengan kami pekan depan. Rencananya saya ingin melihat mereka saat kami melakukan laga uji coba melawan Persiba Balikpapan, Rabu (23/11) mendatang. Bagaimanapun pemain asing butuh penyesuaian apalagi kompetisi sebentar lagi digelar,” kata pelatih PSIM, Hanafing, terpisah. 

Namun pelatih asal Makasar itu sepertinya tidak ingin terlalu dipusingkan dengan belum datangnya legiun asing di skuat PSIM. Pelatih berlisensi A AFC itu memilih realistis dalam mempersiapkan tim. Hanafing mengaku telah menyiapkan rencana B, menyusul kian dekatnya kick off kompetisi.

“Saya tidak bisa menunggu-menunggu saja. Saya kini telah memikirkan untuk menerapkan plan B. Saya akan memaksimalkan pemain yang ada,” ungkap Hanafing.


Sumber : Lihat Disini

Elthon Maran Mendekat ke Persiram Raja Ampat

Yogya - Striker PSIM, Elthon Maran dikabarkan tertarik berlabuh ke Persiram Raja Ampat. Kabar ini santer tersebar lantaran absennya pemain asal Papua itu selama beberapa terakhir dalam sesi latihan yang digelar Laskar Mataram.
Pengidola pemain Manchester United, Nani ini sudah tidak terlihat mengikuti sesi latihan selama lima hari. Keberadaannya di wisma PSIM pun juga tidak bisa dilacak.

Kejadian menghilangnya pencetak tiga gol bagi PSIM musim lalu ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya tercatat dua kali, Elthon sempat menghilang dari sesi latihan.

Pertama, Elthon tidak terlihat setelah mantan rekan setimnya Steven Anderson Imbiri bersama dengan Reinhard dicoret dari PSIM. Kedua, Elthon menghilang dari sesi latihan dan memilih berada di Stadion Manahan Solo untuk melihat tim kesayangannya, bermain di SCTV Cup beberapa waktu lalu.

Sayang hingga berita ini diturunkan, Harian Jogja yang mencoba mengkonfirmasi keberadaannya gagal. Konfirmasi ke ponsel pemain muda itu tidak diangkat.

Lantas bagaimana sikap manajemen PSIM yang sejauh ini tengah mempersiapkan diri jelang kompetisi Divisi Utama? Mengenai status kontrak Elthon sendiri sampai saat manajemen Laskar Mataram memang belum menyodorkan kontrak baik kepada Elthon maupun pemain yang hingga kini masih berlatih di bawah asuhan Hanafing.

Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan yang dikonfirmasi membenarkan terkait absennya Elthon pada sesi latihan yang digelar beberapa hari terakhir. Pihaknya juga membenarkan adanya rumor yang berkembang terkait merapatnya Elthon ke tim asuhan Bambang Nurdiansyah itu.

Namun hingga kini manajemen mengaku masih kesulitan menghubungi Elthon dan menanyakan kejelasan rumor itu.
“Saya sudah coba kontak. Nomornya enggak aktif. Dan kalaupun aktif enggak diangkat. Sekarang dimana juga enggak tahu. Tapi kami tidak akan ambil pusing dengan permasalahan tersebut,” jelas Yoyok kepada Harian Jogja, Minggu (19/11).

Sejauh ini Yoyok mengaku manajemen masih berharap Elthon tetap bergabung dengan PSIM di musim depan. Bila Elthon hengkang tentu saja bakal menjadi kehilangan besar bagi PSIM.

Namun pihaknya juga tidak akan terlalu mengkhawatirkan terkait kesiapan tim jika nantinya Elthon benar-benar hengkang dari PSIM. Bisa saja nantinya Hanafing memaksimalkan keberadaan M Rifky, Wawan Sucahyo, Tri Ari dan sejumlah pemain yang berstatus magang untuk menambal posisi yang ditinggalkan Elthon, lantaran keberadaan mereka memang diproyeksikan dipasang di lini depan.

Apalagi rencana kedatangan pemain asing di lini depan dipastikan bisa menjadi alternatif utama untuk mengatasi krisis striker di tubuh PSIM ke depan.

“Kami enggak masalah. Kami cari gantinya nanti. Bisa saja kami maksimalkan pemain asing dan pemain yang ada saat ini,” ucap mantan GM PSIM 2005 itu.

Sumber : Lihat Disini

Sabtu, 19 November 2011

Abda Ali Cs Batal Latihan di Pantai

Yogya - Para pemain PSIM dipastikan batal menjalani latihan fisik di pantai Parangtritis, Sabtu (19/11/2011) pagi. Menurut rencana, tim pelatih fisik akan menggantikan dengan kegiatan aerobik di mess pemain, Baciro.

Hal itu disampaikan direktur PT PSIM, Yoyok Setyawan, Jumat (18/11/2011). Menurutnya, pembatalan tersebut dikarenakan alasan teknis dan demi menjaga kondisi fisik pemain.

"Kompetisinya kan juga masih lama, takutnya kalau puncak fisiknya habis sekarang kasihan mereka," ujarnya.

Dalam pekan ini, Abda Ali cs memang digenjot latihan fisik di bawah asuhan Bagyo Irianto. Mereka hanya menjalani latihan fisik di pagi hari, dan fitnes pada sore harinya.


Sumber : Lihat Disini