Rabu, 04 Juli 2012

Brajamusti Tak Berangkatkan Anggotanya ke Solo

YOGYA - Lantaran hubungan antara suporter PSIM Yogya, Brajamusti dan suporter Solo, Pasoepati, yang tidak baik, maka DPP Brajamusti memutuskan tidak memberangkatkan anggotanya mendukung tim kesayangannya di Stadion Manahan.

Pertimbangan lainnya, menurut Presiden Brajamusti, Eko Satrio Pringgodani, adalah faktor keamanan di dalam maupun di luar lapangan yang memungkinkan adanya gesekan antar suporter.

"Kami menghawatirkan adanya suporter Yogya bergesekan dengan kelompok pendukung lainnya, yang dapat menimbulkan korban luka," kata Eko, Selasa (3/7/2012).

Pihak Brajamusti, tetap memberikan dukungan secara moral kepada tim kesayangannya dengan menggelar pengajian di rumah seorang anggotanya, pada Kamis (4/7/2012).

Sumber : Lihat Disini

Mbah Putih Berharap Ada Jaminan Keamanan di Manahan

YOGYA - Terkait penunjukkan Stadion Manahan Solo sebagai ajang partai semifinal dan final babak delapan besar kompetisi Divisi Utama, Mbah Putih alias Dwi Irianto berharap ada jaminan keamanan bagi tim PSIM dan suporternya.

Jika tidak ada jaminan keamanan, tim kebanggaan publik Kota Yogya tidak bisa berkonsentrasi penuh terhadap partai semifinal yang akan dijalani karena diperkirakan menerima teror dari suporter tuan rumah.

Harapannya, itu, menilik dari sejarah pengalaman Laskar Mataram ketika bertandang menghadapi Persis Solo dan saat itu barang-barang pemain serta ofisial dijarah oleh oknum Pasoepati.

"Tidak bisa, LI melepas begitu saja tanggungjawab keamanan suporter tim yang memberikan dukungan," tambahnya.

Suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident mempunyai sejarah kelam dengan pendukung Persis Solo, Pasoepati dimana keduanya sering terlibat keributan di luar lapangan.

Pelatih Hanafing, mengatakan tidak akan mencampur adukkan antara persoalan teknis dan non teknis di luar lapangan dan menganggap ditunjuknya Surakarta sebagai tuan rumah akan membentuk pendewasaan suporter.

Sumber : Lihat Disini

PSIM Kecewa Semifinal di Manahan

YOGYA - Manajemen PSIM kecewa dengan ditunjukknya Stadion Manahan, Surakarta, oleh PT Liga Indonesia (LI) menjadi tuan rumah partai semifinal dan final babak delapan besar kompetisi Divisi Utama.

Kekecewaan yang disampaikan Direktur Teknik, Dwi Irianto, dengan alasan pemindahan tempat digelarnya partai puncak dan menentukan promosi ke Liga Super Indonesia (LSI) dari yang diwacanakan di Bandung.

Pria yang akrab disapa Mbah Putih, tidak tahu alasan apa secara tiba-tiba pihak regulator memindah tempat partai puncak yang justru merugikan timnya secara non teknis.

Alasannya, menurut Mbah Putih pemain ke-12 PSIM yang selalu turut memberi dukungan penuh kepada Nova Zaenal cs dikhawatirkannya tidak bisa mendatangi tempat digelarnya laga karena perseteruan dengan kelompok suporter tuan rumah partai semifinal dan final, Pasoepati.

"Tanpa pemain ke-12, sedikit banyak mempengaruhi permainan anak-anak di lapangan yang biasa mendapat tambahan semangat dari para suporter," kata Mbah Putih yang mengaku siap secara teknis menghadapi semifinal, kepada wartawan, di Yogya, Senin (2/7).

Ia berharap, pihak LI memberikan jaminan penuh keamanan bagi tim PSIM dan suporternya yang akan memberikan dukungan di Stadion Manahan.

Sumber : Lihat Disini

PSIM Lawan Persita di Semifinal

YOGYA - Klub kebanggaan publik Kota Yogya, PSIM yang berhasil menyapu bersih semua laga dan terakhir mengalahkan PS Barito Putera dengan skor 1-0, menahbiskan sebagai juara grup B.

Sebagai juara grup, PSIM pada partai semifinal akan ditantang oleh runner up grup A, Persita Tangerang yang sudah dua kali bertemu pada putaran pertama dan kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.

Sepanjang pertemuan kedua tim pada musim 2011/2012, PSIM belum pernah sekalipun meraih kemenangan.

Pada putaran pertama PSIM ditahan imbang Persita 1-1, di Stadion Mandala Krida, beberapa waktu lalu dan pada putaran kedua, Laskar Mataram dibantai Pendekar Cisadane 1-4, di Stadion Krakatau Steel. 

Sumber : Lihat Disini

Semifinal Divisi Utama Digelar di Manahan Solo

YOGYA - Semifinal dan final babak delapan besar kompetisi Divisi Utama, menurut Ketua Forum Pengprov-Pengprov PSSI (FPP), Dwi Irianto, akan digelar di Stadion Manahan, Solo.

Dwi menyatakan, pada awalnya memang ada opsi akan digelar di Stadion Siliwangi, Bandung tapi pada akhirnya pihak PT Liga Indonesia memastikan akan digelar di kandang Persis Solo.

"Semifinal dan final akan digelar pada Kamis (5/7/2012) dan Minggu(8/7/2012) mempertemukan empat tim menjadi juara grup dan runner up," kata Dwi Irianto, yang akrab disapa Mbah Putih, di Yogya, Minggu (1/7/2012).

Empat tim yang akan berlaga di semifinal adalah, PSIM Mataram, Barito Putera, Persepam Pamekasan dan Persita Tangerang.

Sumber : Lihat Disini

PSIM Menang 1-0 Dari PS Barito

YOGYA - Tim kebanggaan publik Kota Yogya, PSIM Mataram akhirnya memenangkan laga lawan PS Barito Putera dengan skor 1-0, melalui tendangan M Irfan.

Hasil ini, Laskar Mataram dapat menyapu bersih semua laga yang digelar di Stadion Mandala Krida, Minggu (1/7/2012).

Sumber : Lihat Disini

PSIM Unggul 2-1 Atas Persebaya

YOGYA - Tuan rumah PSIM Mataram untuk sementara mengungguli tim Persebaya Surabaya 2-1, dalam lanjutan babak delapan besar, yang digelar di Stadion Mandala Krida, Kamis (28/6/2012).

Gol pertama Laskar Mataram, dicetak oleh Emile Lingkers melalui tendangan penalti pada menit 28, setelah seorang pemain Persebaya melakukan handsball di kotak terlarang.

Topas Pamungkas, memperlebar kedudukan dengan menciptakan gol pada menit 32 setelah menerima tendangan bebas dari Lorenzo Rimkus.

Persebaya Surabaya, memperkecil kedudukan ketika Dulsan Lestaluhu dianggap melanggar Habib Sukron di kotak 12 pas.

Obiora yang dipercaya mengeksekusi dari titik putih dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Sumber : Lihat Disini