Minggu, 08 April 2012

Laga Kandang PSIM, Panpel Kantongi Rp 65 Juta

YOGYA -  Setiap menggelar laga kandang Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persatuan  Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM) dapat meraup keuntungan rata-rata Rp 65 juta. Hal itu disampaikan Manajer Pertandingan, Sukamto, di Yogyakarta, Sabtu (7/4/2012).

Mestinya, kata Sukamto, setiap selesai laga, bendahara harus melaporkan seluruh pendapatan dan pengeluaran pada manajer pertandingan. "Tapi selama ini tidak pernah ada laporan," kata Sukamto. 

Selama ini, setelah karcis terjual, keuangan langsung dibawa bendahara. "Setahu saya, ia mempunyai hubungan langsung dengan manajemen PSIM," tambahnya.

Ia menengarai, uang yang disetorkan bendahara Panpel ke manajemen PSIM, digunakan pengurus untuk memenuhi kebutuhan lain, sehingga saat harus membayar tagihan biaya sewa lapangan, tidak bisa terbayarkan.

Sukamto, mengaku kaget, saat ada tagihan dari pengelola Stadion Mandala Krida yang menyebut, biaya sewa stadion untuk empat laga kandang belum dilunasi.

Seharusnya, lanjutnya, pantia pertandingan (panpel) mampu melunasi semua biaya yang dikeluarkan, termasuk sewa stadion Mandala Krida, bila keuangan hasil penjualan karcis dikelola secara benar.

Apalagi, kata Sukamto, untuk menggelar laga di Stadion Mandala Krida, panitia hanya dikenakan biaya sewa Rp 5 juta untuk laga sore hari, sedangkan laga malam hari dikenakan biaya Rp 8 juta.

Perbedaan biaya Rp 3 juta itu untuk pembelian solar genset, karena pertandingan malam hari butuh penerangan yang cukup. "Tambahan biaya untuk solar, biasanya harus dibayar langsung oleh manajemen," tegas Sukamto.

Untuk biaya latihan, lanjut Sukamto, sewa lapangan pada pengelola Mandala Krida, dalam hal ini, Balai Pemuda dan Olah Raga (lembaga di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY) tidak dibebankan pada Panpel, namun ditanggung manajemen PSIM.

Manajer Sarana dan Prasarana PSIM, Jarot Sri Kastowo, mengakui pengeluaran tim untuk latihan, listrik mess pemain, kantor dan lain-lain di luar pertandingan, ditanggung manajemen PSIM. Dari Desember 2011 hingga Maret 2012, pengeluaran untuk sewa lapangan saat latihan di Mandala Krida, belum dibayarkan. "Tarifnya Rp 125 ribu per latihan," tambah Jarot.

Untuk urusan pelaksanaan pertandingan, termasuk sewa stadion, manajemen PSIM tidak tahu menahu. Apalagi, hingga kini Panpel tidak pernah melaporkan hasil penjualan karcis dan pelaksanaan pertandingan lainnya pada manajemen.

"Saya juga tidak pernah tahu, berapa berapa jumlah uang yang disetorkan Panpel pada manejemen, karena saya tidak pernah menerima laporan dari mereka," tegas Jarot.

Ia sengaja membeberkan, semua tunggakan PSIM agar pengurus lainnya dan masyarakat pecinta tahu serta tidak sekedar mencibir atau hanya bicara tidak menyelesaikan permasalahan yang ada.

"Selain menunggak latihan dan pertandingan, manajemen juga masih menunggak pembayaran listrik, katering, gaji dan bonus," bebernya.

Sumber : Lihat Disini

Haryadi Suyuti Diminta Lakukan Lobi

YOGYA - Manajemen PSIM akan mencoba menemui ketua umum yang sekaligus Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Mereka berharap Haryadi bisa membantu mencari solusi penyelesaian konflik yang membelit PSIM belakangan ini.

Anggota manajemen juga berharap Haryadi bisa melakukan lobi kepada pengelola Stadion Mandal Krida terkait tunggakan yang mencapai Rp 40 juta. Hal itu dilakukan agar punggawa PSIM dapat kembali menggunakan stadion tersebut untuk tempat latihan.

"Kami berharap sebagai ketua umum dan wali kota, Pak HS (Haryadi Suyuti, red) dapat meloby pihak pengelola Mandala Krida," terang seorang perangkat manajemen PSIM.

Sumber : Lihat Disini

Patungan Bayar Tunggakan Hutang PSIM

YOGYA - Sejumlah anggota manajemen tim PSIM berencana untuk mengumpulkan uang secara patungan guna membayar tanggungan pembayaran Stadion Mandala Krida. Pasalnya, tanggungan stadion yang selama ini digunakan sebagai home base Laskar Mataram itu mencapai Rp 40 juta.

"Mungkin kami bisa patungan masing-masing Rp 10 juta, paling tidak agar pemain bisa kembali latihan di Mandala," terang seorang perangkat tim PSIM, Sabtu (7/4/2012).

Meski demikian, belum dipastikan apakah rencana tersebut bakal benar-benar direalisasikan atau tidak. Manajemen juga masih terus akan mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang membelit kubu Parang Biru itu.

"Usaha yang lain tetap akan coba kami lakukan, mungkin bisa dengan cari sponsor atau yang lainnya," imbuhnya.

Sumber : Lihat Disini

Manajer Tim PSIM Siap Jadi Jaminan

YOGYA - Manajer tim PSIM, Aji Sutarto mengatakan dirinya siap menjadi jaminan untuk penggunaan Stadion Mandala Krida. Ia pun siap untuk membicarakan hal tersebut secara langsung dengan pihak pengelola stadion.

"Daripada anak-anak tak bisa latihan, saya siap jadi jaminan untuk penggunaan lapangan, nanti kami akan bicara langsung dengan pihak pengelola," terangnya.

Punggawa PSIM memang batal melakukan sesi latihan pagi di Stadion Mandala Krida, Sabtu (7/4/2012). Pasalnya, pihak pengelola stadion enggan membukakan pintu lantaran tunggakan PSIM yang telah membengkak cukup besar.

"Soal itu kan sebenarnya bisa dibicarakan lagi antara manajemen dan pengelola stadion," tambahnya. 

Sumber : Lihat Disini

Segera Bicara dengan Haryadi Suyuti

YOGYA - Hutang yang cukup besar yang harus ditanggung manajemen PSIM membuat sejumlah petinggi klub mulai merasa resah. Mereka pun mulai berpikir untuk mencari solusi pemecahan terkait masalah tersebut.

Manajer tim PSIM, Aji Sutarto, menuturkan pihaknya mungkin akan mencoba membicarakan hal tersebut pada ketua umum PSIM yang sekaligus Wali Kota Yogya, Haryadi Suyuti.

"Seharusnya memang ketua umum harus tahu soal ini, kami akan coba bicara dengan beliau," terangnya, Sabtu (7/4/2012).

Sumber : Lihat Disini

Ini Perincian Hutang yang Harus Dilunasi PSIM

YOGYA - Manajemen PSIM Yogya ternyata tak hanya memiliki hutang terkait bonus kemenangan dan gaji sejumlah pemain. Selain itu, manajemen juga masih mempunyai tanggungan untuk yang lain.

Berikut rincian tanggungan hutang yang belum dibayarkan manajemen tim PSIM :


- Penggunaan Lapangan Mandala Krida : Rp 40 juta

- Listrik : Rp 30 juta

- Katering : Rp 35 juta

- Penggunaan 5 kali Lapangan UNY : Rp 1.750

- Gaji Perangkat tim tiga bulan : Rp 8 juta


Sumber : Lihat Disini

Manajemen Nunggak Bayar, Pemain PSIM Tak Bisa Latihan

YOGYA - Permasalahan internal kembali mendala kubu PSIM Yogyakarta. Belum lagi persoalan bonus kemenangan pemain selesai, kini muncul masalah baru terkait penggunaan Stadion Mandala Krida.

Bahkan, para punggawa PSIM batal latihan pada Sabtu (7/4/2012) pagi. Pasalnya, pihak pengelola Stadion Mandala Krida enggan membuka pintu stadion lantaran pihak manajemen nunggak pembayaran dalam jumlah yang cukup besar.

"Tadi pagi pemain sudah mau ke lapangan tapi pengelola stadion masih mengunci pintu dan tak mau membukakannya," terang seorang perangkat tim PSIM.

Akhirnya, Abda Ali cs pun terpaksa kembali ke wisma pemain dan batal melakukan sesi latihan pagi. Belum diketahui kapan mereka akan kembali bisa menggunakan stadion yang selama ini menjadi home base Laskar Mataram tersebut.

Sumber : Lihat Disini